Diduga Palsukan Ijazah Paket B, Geuchik di Singkil Dilaporkan ke Polisi

Diduga Palsukan Ijazah Paket B, Geuchik di Singkil Dilaporkan ke Polisi

BERITAKINI.CO, Singkil | Geuchik Gampong Pertampakan, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, Arifin, diduga melakukan tindak pidana pemalsuan ijazah Paket B.

Dugaan pemalsuan ijazah setara tingkat SMP itu pun dilaporkan ke Polres Aceh Singkil oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Andalan Pengawasan Pembangunan & Auditor Republik Indonesia (LSM FAPPAR RI) Aceh Singkil, melalui surat dengan nomor 16/LP/FAPPAR - RI/AS/XII/2018 yang ditujuan kepada Kapolres Aceh Singkil.

Ketua DPD LSM FAPPAR RI Aceh Singkil, Hitler Tumangger, membenarkan bahwa pihaknya melaporkan Geuchik Gampong Pertampakan ke polisi. Laporan itu disampaikan Senin lalu ke Polres Aceh Singkil.

“Diduga kuat Arifin telah memasukan ijazah Paket B untuk kepentingan politik Pilkades lalu hingga terpilih menjadi kepala Gampong,” kata Hitler, Senin (17/12/2018).

Kata dia, terungkapnya dugaan pemalsuan ijazah itu atas laporan dari masyarakat dan hasil investigasi yang dilakukan oleh pihaknya.

Disebutkan, banyak kejanggalan pada ijazah itu, diantaranya tempat dan tanggal lahir tidak ada dalam daftar kelulusan ujian nasional pendidikan setara paket B - I.T.P 2009/2010 sesuai daftar kelulusan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Aceh tanggal 10 Agustus 2010.

Kemudian kata dia, dalam nomor urut peserta pendidikan kesetaraan paket B Priode I.T.P 2009/2010 yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, nomor urut 45 dengan nomor peserta : 10-06-05-04 - 045 bukan atas nama Arifin tapi atas nama Ajo Ujung yang lahir di Oboh pada tanggal 8 Mai 1986.

"Dan banyak lagi bukti bukti kuat yang kami temukan, sehingga Arifin diduga kuat melakukan pemalsuan ijazah," kata Hitler.

Terpisah, Arifin dikonfirmasi BERITAKINI.CO mengaku tidak mengetahui jika dirinya dilaporkan ke polisi atas dugaan pemalsuan ijazah.

"Saya tidak tahu, ini saya baru tahu," kata Arifin.

Hingga saat ini, kata dia, dirinya belum ada menerima surat panggilan dari kepolisian Aceh Singkil.

Arifin juga membantah telah memalsukan ijazah untuk kepentingan maju sebagai kepala desa. "Tidak mungkin saya berani melakukan itu,” tambahnya.

Namun demikian, kata dia, dirinya siap menjalani proses jika sewaktu-waktu dipanggil oleh pihak kepolisian.

“Soal palsu atau tidak nanti akan kita lihat di pengadilan,” imbuhnya.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...