Diduga Menangkan Perusahaan Tak Memenuhi Syarat, Distanbun Aceh Surati Biro PBJ Tolak Hasil Tender

Diduga Menangkan Perusahaan Tak Memenuhi Syarat, Distanbun Aceh Surati Biro PBJ Tolak Hasil Tender

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Unit Layanan Pengadaan Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Aceh ditengarai memenangkan rekanan proyek yang tidak memenuhi syarat kualifikasi.

Atas keputusan itu, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh kabarnya telah melayangkan surat penolakan hasil tender tersebut.

Adapun paket lelang yang ditolak tersebut adalah Pengadaan Bibit Kopi Arabica untuk Pegembangan Kawasan Kebun Kopi Rakyat seluas 50 hektar di Kabupaten Aceh Utara dengan pagu Rp 456 juta.

Dilihat BERITAKINI.CO di laman LPSE Pemerintah Aceh, Biro PBJ Pemerintah Aceh memang telah mengumumkan pemenang tender paket tersebut.

Adapun rekanan yang menang adalah CV Tiara Mandiri dengan nilai penawaran Rp 366 juta lebih. Sementara di urutan kedua dan ketiga masing-masing, CV Muda Sejahtera Rp 395 juta dan CV Harapan Jaya Rp 414 juta.

Informasi yang diperoleh BERITAKINI.CO, surat penolakan hasil tender tersebut dilayangkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Bidang Perbenihan, Produksi, dan Perlindungan Distanbun Aceh Teuku Taufan Maulana Pribadi pada Rabu, 15 Mei 2019.

Dari dokumen yang diperoleh BERITAKINI.CO, KPA telah melakukan analisa terhadap laporan hasil tender nomor PBJ.602/LHP/153/2019 yang dikirimkan Biro PBJ tersebut dan menemukan adanya standar ganda dalam proses pengadaan tersebut.

Di mana Pokja Pengadaan tidak meloloskan 15 dari 18 penawaran yang masuk karena dinilai tidak lulus syarat kualifikasi yakni tidak melampirkan pengamalam dalam divisi yang sama untuk 1 tahun terakhir, dan tidak melampirkan pengalaman dalam kelompok yang sama untuk tiga tahun terakhir.

Karena itu, hanya 3 penawaran yang dinyatakan lulus evaluasi kualifikasi, dan CV Tiara Mandiri dipilih sebagai pemenang.

Namun, dalam berkas dokumen CV Tiara Mandiri yang diterima KPA, ternyata rekanan itu juga tidak memiliki pengalaman seperti yang dipersyaratkan dalam dokumen pengadaan tersebut atau dengan kata lain, tidak melampirkan pengalaman dalam kelompok yang sama untuk 3 tahun terakhir.

Itulah sebabnya, KPA Bidang Perbenihan, Produksi, dan Perlindungan Distanbun Aceh menolak hasil tender paket tersebut sekaligus meminta kepala Biro PBJ untuk menindaklanjuti sesuai Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018.

Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Bidang Perbenihan, Produksi, dan Perlindungan Distanbun Aceh Teuku Taufan Maulana Pribadi yang dikonfirmasi BERITAKINI.CO membenarkan jika pihaknya telah melayangkan surat penolakan hasil ternder tersebut.

Menurut Taufan, sesuai aturan, sebelum menetapkan Surat Penunjukan Penyedia Barang Jasa atau SPPBJ, Pejabat Pembuat Komitmen melakukan review atas laporan hasil pemilihan penyedia dari pokja pemilihan untuk memastikan apakah pemilihan penyedia sudah dijalankan berdasarkan prosedur yang ditetapkan, dan apakah pemenang penyedia memiliki kemampuan untuk melaksanakan kontrak.

"Atas dasar itu, kami menemukan bahwa perusahaan pemenang tidak memiliki dan mengupload pengalaman pekerjaan sesuai persyaratan kualifikasi," kata Taufan, Kamis (16/5/2019).

Sementara Direktur CV Tiara Mandiri Rahmad yang dikonfirmasi mengaku semua dokumen persyaratan itu sesungguhnya telah ditunjukkan pada saat tahapan pembuktian.

"Semua lengkap saya bawa ke panitia. Jadi dokumen mana lagi," katanya. Selain itu, kata Rahmad, usai penetapan pemenang, dua perusahaan yang dinyatakan lolos kualifikasi juga tak ada yang menyanggah.

"Lalu setelah pemenang diumumkan, kenapa tiba-tiba bisa jadi seperti ini," katanya. Rahmad pun mengatakan, jika akhirnya CV Tiara Mandiri akhirnya dibatalkan sebagai pemenang, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum. "Kalau dinas ingin membatalkan, maka saya gugat ke PTUN," katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...