Di Aceh Tenggara, Warga Kutacane Lama Nyatakan Tak Terima Serangan Fajar

Di Aceh Tenggara, Warga Kutacane Lama Nyatakan Tak Terima Serangan Fajar

BERITAKINI.CO, Kutacane | Aksi penolakan terhadap praktek politik uang yang kerap diaplikasikan dalam bentuk serangan fajar, ternyata tidak hanya digaungkan oleh pengawas pemilu.

Masyarakat dan pemuda di Desa Kutacane Lama, Kecamatan Babussalam, Aceh Tenggara juga bersatu untuk tidak menerima praktik yang masuk dalam kategori money politic itu.

Warga Desa Kutacane Lama juga memajang sedikitnya tiga spanduk berukuran cukup besar di daerahnya.

Isi dalam spanduk dengan tegas menyatakan, “Kami Masyarakat Desa Kutacane Lama Bersatu Tidak Menerima Serangan Fajar dari Caleg Manapun.”

Mereka juga membubuhkan pasal-pasal KUHP sebagai sanksi pidana terhadap siapa saja yang berupaya melakukan praktik itu.

Saat ini spanduk tolak serangan fajar itu viral di jejaring media sosial, dan mendapat banyak tanggapan positif dari warganet.

Salah seorang pemuda Kutacane Lama, Anto mengatakan, saat ini terdapat sebanyak 1.400 jiwa di desa itu, dan mereka tak ingin memilih para caleg yang menggunakan cara-cara haram untuk meraih dukungan.

“Kami perlu caleg yang benar-benar peduli terhadap nasib warga, terutama saat-saat warga sedang tertimpa musibah seperti banjir baru-baru ini,” katanya.

Terpisah Komisioner Panwaslu Agara, Surya Diansyah menyambut baik sikap dan ketetapan masyarakat Kutacane Lama yang dengan tegas menyatakan menolak serangan fajar.

Dia mengatakan bahwa praktik kotor dalam pemilu itu hanya bisa dihilangkan apabila semua pihak berkerjasama.

“Peran aktif dari semua elemen masyarakat di semua desa sangat diperlukan,” katanya.

Dia juga menyarankan masyarakat untuk segera memberikan informasi jika mendapati adanya upaya-upaya money politic tersebut.

“Bila perlu foto atau video-kan aksi money politic tersebut,” katanya.

Rubrik
Iklan Sabang Merine

Komentar

Loading...