Demonstran Ikonik Palestina Ditembak Sniper Israel di Gaza

Demonstran Ikonik Palestina Ditembak Sniper Israel di Gaza
Seorang pengunjuk rasa Palestina memegang bendera saat pengunjuk rasa lainnya melemparkan batu ke arah pasukan Israel selama demonstrasi di pantai dekat perbatasan Israel, di Jalur Gaza utara | Kompas

BERITAKINI.CO | A'ed Abu Amro, 20, demonstran ikonik Palestina yang foto aksinya viral pada bulan lalu telah ditembak sniper militer Israel di Gaza. Dia jadi salah satu dari beberapa demonstran yang terluka oleh tembakan militer Tel Aviv dalam protes hari Senin.

Abu Amro adalah demonstran yang beraksi telanjang dada sedang mengayunkan ketapel besar sembari mengibarkan bendera Palestina. Foto aksinya disamakan dengan lukisan Revolusi Prancis yang ikonik.

Menurut beberapa aktivis dan wartawan yang melaporkan dari lokasi kejadian, Abu Amro dibawa dengan tandu setelah mengalami luka tembak.

"Hari ini, pasukan Israel menciderai A'ed Abu Amro yang menjadi ikon dari kebebasan Palestina setelah foto dirinya memprotes dan mengangkat bendera Palestina menjadi viral. Fotonya benar-benar dibandingkan dengan lukisan Revolusi Prancis yang ikonik," tulis aktivis setempat dengan akun Twitter @WeAreNotNumbers, Selasa (6/11/2018) dengan melampirkan foto evakuasi demonstran tersebut.

Demo Abu Amro bagian dari aksi Great March of Return di perbatasan Gaza-Israel.

Baca juga : Israel Gempur Gaza, Rumah Sakit Indonesia Ikut Rusak

"A'ed Abu Amro, dari foto ikonik ini, adalah salah satu dari setidaknya 21 orang yang dilaporkan ditembak oleh sniper Israel hari ini di Gaza, saat berpartisipasi dalam demonstrasi untuk mendukung Kapal Kemerdekaan Palestina yang berlayar untuk menentang blokade laut Israel. #Flotilla #Palestine," tulis aktivis HAM Palestina-Amerika, Huwaida Arraf via akun Twitter-nya, @huwaidaarraf.

Menurut Arraf, sebanyak dua lusin orang ditembak. Versi Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina ada sepuluh korban penembakan pasukan Israel, termasuk seorang wartawan dan seorang anak.

Abu Amro dilaporkan ditembak di bagian kaki dan dilaporkan sudah mulai pulih di rumah sakit Gaza.

Lebih dari 23.000 warga Palestina telah terluka dalam protes hampir setiap hari yang dimulai pada 30 Maret lalu. Sudah 230 warga Palestina telah tewas selama aksi Great March of Return  berlangsung.

Sejak awal protes besar tersebut, Israel telah menyalahkan setiap korban yang jatuh pada Hamas, kelompok yang berkuasa di Jalur Gaza.

Penulis
Rubrik
Sumber
Sindonews.com
LOKER BERITAKINI

Komentar

Loading...