Demo Kantor Gubernur Aceh Berujung Ricuh

Demo Kantor Gubernur Aceh Berujung Ricuh

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Demo yang digelar ormas islam dan mahasiswa untuk mendesak pencabutan Peraturan Gubernur Aceh (Pergub) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Hukum Acara Jinayat, berujung ricuh, Kamis (19/4/2018).

Demo yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB itu awalnya berjalan lancar. Sejumlah orator secara bergantian menyampaikan orasinya.

Baca: Massa Ormas Islam Padati Kantor Gubernur Aceh

Mereka mendesak agar Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menemui mereka. “Kami tahu Irwandi Yusuf ada di Banda Aceh,” kata Koordinator Aksi Kharil Riza menggunakan pengeras suara.

Orator lainnya, Muslim Attahiri juga mengatakan tak ingin berdialog dengan pejabat lain selain gubernur Aceh. Meski saat itu telah tampak di lokasi Kadis Syariat Islam Munawar dan Asisten III Setda Aceh Saidan Nafi.

Di bawah terik matahari, mereka terus melakukan orasi dan mendesak agar gubernur Aceh menemui mereka.

Baca: Massa Bela Islam: Sesungguhnya yang Batil Pasti Lenyap

Setelah lebih dari satu jam berorasi, Irwandi tak kunjung menemui demonstran. Akhirnya, massa sepakat untuk menghadiahkan kue bertuliskan "Apam Offline" kepada Pemerintah Aceh melalui Asisten III Pemerintah Aceh Saidan Nafi. Upaya ini mendapat reaksi yang memicu aksi saling dorong.

Suasana langsung memanas. Dua orang mahasiswa tampak ditarik masuk ke kerumunan massa. Dia sempat mendapat hujanan pukulan.

Suasana benar-benar tak terkendali hingga polisi turun tangan dan mengeluarkan mahasiswa itu dari kerumunan massa. Keduanya lantas diamankan petugas ke dalam gedung utama kantor gubernur Aceh.

Amatan BERITAKINI.CO, salah seorang mahasiswa tampak terluka akibat kejadian itu. Petugas kepolisian lantas membawanya ke Klinik Pemerintah Aceh untuk mendapatkan perawatan.

Kericuhan dapat dikendalikan dan suasana kembali aman. Tak lama, massa berangsur-angsur meninggalkan lokasi.

Rubrik

Komentar

Loading...