CLBK Pasangan Terlarang di Aceh Singkil ini Berujung Cambuk

CLBK Pasangan Terlarang di Aceh Singkil ini Berujung Cambuk

BERITAKINI.CO, Singkil | Hubungan terlarang Dwi Indriyani (25) dan Boy Frima Munthe (24), berakhir pahit. Keduanya dicambuk 200 kali karena terbukti melanggar syariat Islam.

Pasangan selingkuh ini masing-masing mendapat 100 kali cambukan. Eksekusi cambuk keduanya dilakukan di Lapangan Lipat Kajang Atas, Kecamatan Simpang Kanan, Selasa (9/4/2019).

Dwi Indiani, warga Kain Golong, Kecamatan Simpang Kanan diketahui adalah ibu satu anak dan masih memiliki suami sah. Sementara pasangan selingkuhnya Boy Frima, warga Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumut, masih berstatus lajang.

Baca: Besok, Dua Terpidana Kasus Zina di Aceh Singkil Dicambuk 200 Kali

Hubungan terlarang keduanya terungkap akhir 2018 lalu. Pasangan selingkuh ini ditangkap warga di Desa Kain Golong, lantas diserahkan ke petugas Satpol PP dan WH Aceh Singkil.

“Dalam pemeriksaan, mereka mengaku pernah pacaran sebelum terhukum perempuan menikah. Kemudian mereka CLBK,” kata Kabid Penegakan Peraturan Perundang-Undangan dan Peningkatan Sumber Daya Aparatur Satpol PP dan WH Aceh Singkil, Ahmad Yani, di lokasi eksekusi.

Pasangan selingkuh tersebut, kata dia, dieksikusi karena terbukti melanggar Pasal 33 ayat 1 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat.

Kasie Pidum Kejari Aceh Singkil Lili Suparli SH MH mengatakan, eksekusi cambuk dilakukan setelah adanya putusan tetap dari Mahkamah Syariah.

Lili mengatakan, uqubat cambuk sengaja dilakukan di Kecamatan Simpang Kanan atas permintaan masyarakat, dengan harapan agar bisa disaksikan warga dan menjadi pelajaran bagi masyarakat lainnya untuk tidak melakukan perbuatan melanggar syariat Islam.

Pantauan BERITAKINI.CO, eksekusi cambuk itu disaksikan pejabat Satpol PP dan WH, Mahkamah Syariah, Kejari, Kepala Dinas Kesehatan, serta unsur Muspika Simpang Kanan, serta ribuan masyarakat.

Eksekusi pertama dilakukan terhadap terhukum laki-laki, kemudian dilanjutkan dengan terhukum perempuan.

Kedua terhukum terlihat meringis kesakitan saat sabetan rotan hinggap di punggung mereka. Meski sempat terhenti, kedua terhukum berhasil menjalankan hukuman hingga selesai.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...