Cara DPDA Pastikan Dayah Tetap Eksis Saat DOKA Berakhir

Cara DPDA Pastikan Dayah Tetap Eksis Saat DOKA Berakhir

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Dinas Pendidikan Dayah Aceh (DPDA) terus berupaya menelurkan inovasi untuk menjadikan dayah dan generasi lulusannya semakin berkualitas dan siap dalam menghadapi perubahan zaman.

Langkah-langkah itu antara lain, dilakukan dengan cara rutin mengunjungi langsung dayah-dayah se-Aceh untuk menginspirasi santri agar tetap konsisten berkontribusi bagi agama dan bangsa di masa depan.

"Dengan kunjungan, bertemu, memotivasi, kita ingin meyakinkan mereka bahwa mereka memiliki potensi, peluang, kesempatan untuk tampil berkontribusi sebagai pemimpin-pemimpin umat," kata Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Usamah El-Madny, usai buka puasa bersama di Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Rabu (15/5/2019).

Pemerintah Aceh memahami, proses menjadikan para lulusan dayah sebagai para pemimpin masa depan, tak dapat dilakukan dengan hanya bekerja di atas meja.

Sebaliknya, para birokrat harus benar-benar terjun, terutama untuk melihat fenomena di dayah-dayah sehingga dapat mengambil kebijakan secara komprehensif. 

"Melihat fakta, mengonfirmasi laporan-laporan staf, kemudian berdiskusi menerima saran dari ulama dan pimpinan dayah. Sehingga ke depan akan sinkron apa yang dilakukan dinas dengan apa yang diharapkan pimpinan dayah," katanya.

Kunjungan-kunjungan itu, kata Usamah, juga untuk memastikan kecakapan hidup santri, karena tidak semua santri pasca lulus dari dayah akan menjadi ulama, atau menjadi pimpinan dayah.

Sebagian dari santri-santri dayah, kata Usamah, akan kembali ke masyarakat dengan mengisi berbagai profesi. Sehingga santri-santri tersebut diharapkan memiliki life skill.

"Ke depan dayah ini tidak boleh lagi menjadi lembaga yang melahirkan generasi-generasi penganggur, akan tetapi talenta yang ada dengan pengasahan dan pendidikan yang kita laksanakan ini para santri nantinya memiliki kecakapan hidup," katanya.

Sementara terkait manajemen dayah, Usamah menyebut semua tatanan yang telah ada tidak bisa dianggap remeh apalagi disebut tidak bagus.

"Kita sedang berproses memberi saran, tawaran, dan bandingan-bandingan, sehingga nanti akan berproses menjadi lebih baik. Kita hadir ke sana tidak boleh mengatakan itu tidak baik, atau ini yang baik. Tetapi bagaimana menginsprirasi manajemen, tata kelola, sesuai dengan prinsip kemoderenan dan akuntabilitas," kata Kadis.

"Aspek manajemen, tata kelola aset, kualitas, kesejahteraan guru, masa depan santri dan kemandirian dayah dari segi ekonomi, harus terus ditingkatkan. Sehingga, dayah yang selama ini dibiayai oleh Dana Otonomo Khusus Aceh (DOKA), telah siap secara bantiniyah saat DOKA berakhirnya pada 2027."

Rubrik

Komentar

Loading...