Cabuli 5 Anak di Bawah Umur, Wanita Lajang di Aceh Utara Ditangkap Polisi

Oleh ,
Cabuli 5 Anak di Bawah Umur, Wanita Lajang di Aceh Utara Ditangkap Polisi

BERITAKINI.CO, Aceh Utara | Seorang wanita berinisial NB (32) warga Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, harus mendekam di penjara karena melakukan tindakan asusila terhadap anak di bawah umur.

Perbuatan asusila tersebut dilakukan tersangka di rumahnya. Korban pencabulan sendiri hingga saat ini dilaporkan berjumlah lima orang anak terdiri dua laki-laki dan tiga orang anak perempuan.

"Pelaku ditahan karena malakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Identitas korban masing-masing MA(8); MK (8); NK (8); SS (11); dan AL (11)," kata Wakapolres Aceh Utara, Kompol Edwin Aldro, Selasa (29/1/2019).

Kata Edwin, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan keluarga korban berinisal MA pada awal Desember 2018 lalu.

"Salah satu korban cerita kepada ibunya, karena tak terima akhirnya dilaporkan ke polisi," kata Edwin.

Dari laporan itu, kata dia, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap korban pada Senin (28/1/2019), dan resmi ditahan mulai hari ini Selasa (29/1/2019) untuk proses hukum.

Berdasarkan pengakuan pelaku, kata Edwin, tindak tersebut dilakuannya untuk memuaskan hasrat seksual. Diketahui pelaku hingga kini belum menikah dan masih melajang.

"Motivasi korban melakukan tindakan tersebut untuk melampiasakan hawa nafsunya,” kata Edwin.

Lebih lanjut dikatakan, perbuatan asusila itu sudah dilakukan oleh tersangka sejak 2017 lalu. Korban pertama yang dilecehkan adalah MA.

"Modusnya itu, tersangka memperlihatkan video lagu kasidah kepada para korbannya, setelah itu mengajak para korban ke kamarnya. Di dalam kamar, pelaku melakukan tindakan asusila tersebut dan setelah puas tersangka memberikan uang Rp 2000 kepada para korbannya,'' kata edwin.

Atas perbuatannya, kata Edwin, pelaku dikenakan Pasal 81 ayat (2) Jo Pasal 82 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

"Pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara. Dalam waktu dekat, pelaku juga akan dicek kondisi psikologisnya," kata Edwin.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...