Bupati Ramli Minta Wartawan Independen Ketika Menulis Berita

Bupati Ramli Minta Wartawan Independen Ketika Menulis Berita

BERITAKINI.CO, Meulaboh | Bupati Aceh Barat H Ramli MS meminta kepada seluruh pekerja pers yang bertugas di kabupaten setempat, agar tetap independen ketika menulis berita untuk disampaikan ke publik.

Sehingga, setiap karya jurnalistik yang disajikan ke masyarakat benar-benar dapat dipertanggungjawabkan faktanya secara utuh serta terhindar dari politisasi.

Bupati Ramli ikut mengomentari jembatan seutas tali di Sikundo, kawasan pedalaman Aceh Barat yang berada di Kecamatan Pante Ceureumen, yang diberitakan tak pernah tersentuh pembangunan dari pemerintah.

Baca: Jembatan Gantung Sikundo Selesai Dibangun Pada 2018

Hal ini juga telah mendapatkan kritikan dari Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah terkait pemberitaan jembatan itu.

"Saya meminta setiap berita yang disajikan berimbang, tidak menyembunyikan fakta yang ada," kata Bupati Ramli MS kepada Antara, Jumat (8/2/2019).

Selama ini, kata Ramli, pemerintah daerah sangat mendukung penuh tugas jurnalistik dalam melaksanakan tugasnya, untuk menyajikan aneka informasi ke masyarakat.

Namun dengan adanya pemberitaan di Sikundo, Pante Ceureumen, Aceh Barat, yang menyebut tak tersentuh pembangunan, hal ini diduga keliru dan patut dipertanyakan.

Selama ini, pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi telah melakukan aneka pembangunan di kawasan pedalaman Aceh Barat, dan saat ini masih terus dilakukan.

Baca: [Update] Jembatan Belum Rampung, Warga Pedalaman Aceh Barat Masih Gunakan Kabel Seberangi Sungai

Namun dengan adanya pemberitaan yang menyebutkan kawasan pedalaman di Aceh Barat tak tersentuh pembangunan, ia justru mempertanyakan hal tersebut.

"Ini saya yang heran, pembangunan ada tapi malah disebutkan tak ada, ini yang membuat saya bertanya-tanya mengapa hal seperti ini bisa terjadi," tambahnya.

Bupati Ramli MS berharap kepada setiap jurnalis yang menyajikan berita ke masyarakat, agar melakukan upaya konfirmasi atau memberikan hak jawab sebelum sebuah pemberitaan diberitakan di media massa.

Hal ini diperlukan agar setiap pemberitaan betul-betul sesuai dengan fakta, berimbang serta tak ada pihak yang dirugikan.

"Kalau melakukan konfirmasi setelah berita dimuat itu kan tidak adil, tidak berimbang jadinya. Karena sudah duluan tersebar di masyarakat informasi yang belum tentu kebenarannya," tegasnya.

Ia juga mempertanyakan netralitas jurnalis yang meliput berita jembatan di kawasan Sikundo, Pante Ceureumen, yang menurutnya belum menyebutkan fakta yang menyeluruh dan fakta yang sebenarnya.

"Saya minta rekan media harus netral dalam menulis berita, jangan ada kesan dipolitisir. Wartawan kan harus jujur, tidak boleh bohong dan tidak boleh memberitakan yang tak sesuai fakta, atau menyembunyikan fakta," tutupnya.

Terpisah, Camat Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Teuku Juanda, juga meminta kepada pihak manapun agar tidak mempolitisir pembangunan di kawasan pedalaman Sikundo, yang seolah tak tersentuh pembangunan.

"Siapa bilang tidak ada pembangunan di Sikundo, setahu saya pembangunan di kawasan pedalaman Aceh Barat sudah dilakukan dan memang terdapat akses jalan dan jembatan gantung," kata Teuku Juanda kepada Antara, Jumat (8/2).

Kalau pun ada masyarakat yang menggunakan jembatan seutas tali, hal ini juga dipertanyakan.

Menurut dia, di kawasan itu memang sudah ada pembangunan yang telah dilakulan pemerintah, untuk mengatasi keterisoliran di daerah pedalaman.

Malah saat ini, pemerintah sedang berupaya melakukan pembangunan di daerah pedalaman, dengan harapan agar masyarakat di gampong (desa) atau daerah pedalaman tidak lagi terisolir.

Camat Teuku Juanda juga meminta kepada pihak manapun termasuk pekerja pers, agar memberitakan situasi yang sebenarnya tanpa menyembunyikan fakta yang ada.

Ia juga mengakui sudah ditelepon sejumlah pihak termasuk dari kementerian di Jakarta yang mempertanyakan persoalan ini.

"Kalau pun ada rekan wartawan yang datang ingin meliput, harusnya melapor dulu ke kami supaya bisa kita jelaskan yang sebenarnya. Minimal ada konfirmasi sebelum memunculkan dalam berita," tukasnya.

Rubrik
Sumber
aceh.antaranews.com

Komentar

Loading...