BPK Temukan 3 Paket Tak Sesuai Spesifikasi Senilai Rp 8,13 Miliar di Dinas Kesehatan Aceh

BPK Temukan 3 Paket Tak Sesuai Spesifikasi Senilai Rp 8,13 Miliar di Dinas Kesehatan Aceh

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan adanya ketidaksesuaian spesifikasi barang antara yang terpasang dengan yang tertera di dokumen kontrak pada 3 paket di Dinas Kesehatan Aceh tahun anggaran 2018. Total pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi itu senilai Rp 8,13 miliar.

Temuan itu termaktub dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas Kepatuhan Pemerintah Aceh Terhadap Peraturan Perundang-undangan Tahun 2018. LHP itu telah diserahkan kepada DPRA dan Pemerintah Aceh pada 23 Mei 2019 lalu.

Dilihat BERITAKINI.CO dalam LHP itu, salah satu paket tersebut yakni Proyek Pembangunan Gedung Rawat Inap dan Penyakit Dalam RSUD Dr Yulidin Away Aceh Selatan Tahap II, sumber DOKA senilai Rp 12 miliar. Proyek ini dikerjakan PT KMB. Hasil pemeriksaan BPK pada 5 April 2019 lalu, diketahui terdapat spesifikasi barang terpasang yang tidak sesuai dengan dokumen kontrak.

Item pekerjaan yang tak sesuai spesifikasi itu salah satunya adalah pekerjaan rangka hollow 2 x 4 cm senilai Rp 316,9 juta. BPK menemukan rangka hollow yang terpasang ukurannya terdiri dari dua jenis yaitu 2 x 3,5 cm dan 1,8 x 3 cm.  “Dengan demikian pekerjaan rangka hollow tidak sesuai dengan spesifikasi,” tulis BPK dalam LHP tersebut.

Selanjutnya pekerjaan cat dinding dan beton luar weathershield (cat bermutu tinggi untuk eksterior) senilai Rp 46,9 juta. Hasil pemeriksaan BPK ditemukan cat yang digunakan bukan tipe weathershield yaitu merek Dulux Exterior.

Lalu ada pekerjaan fire alarm senilai Rp 322 juta yang berdasarkan hasil pemeriksaan, merek yang terpasang adalah Notifier, di mana sesuai dokumen kontrak harusnya merek VES.

Kemudian pekerjaan gas medis di mana hasil pemeriksaan gas medis yang ditawarkan adalah beacon medaes, tapi yang terpasang diketahui terdapat dua jenis masing-masing, merek Ohio yaitu alarm LED min-max 3 gas (OV) sebanyak satu unit senilai Rp 20,1 juta, dan cabinet for area valve dan alarm sebanyak satu unit senilai Rp 4,5 juta.

“Dengan begitu terdapat ketidaksesuaian spesifikasi barang untuk pekerjaan Pembangunan Gedung Rawat Inap dan Penyakit Dalam RSUD Dr. Yulidin Away Aceh Selatan senilai Rp 710,7 juta,” tulis BPK.

Selain Proyek Pembangunan Gedung Rawat Inap dan Penyakit Dalam, BPK juga menemukan adanya ketidaksesuaian spesifikasi barang yang terpasang dengan yang ada dalam dokumen kontrak pada Paket Pembangunan RS Rujukan Dr. Yulidin Away Tapakktuan. Total nilai kontrak proyek ini adalah senilai Rp 39,7 miliar dan dikerjakan oleh PIM KSO.

Item pekerjaan yang tak sesuai spesifikasi itu salah satunya adalah pekerjaan rangka hollow 2 x 4 cm senilai Rp 845,3 juta. Namun berdasarkan hasil pemeriksaan BPK yang terpasang adalah rangka furing.

Selanjutnya pekerjaan cat dinding dan beton luar tipe weathershield untuk empat lantai yakni mulai lantai 2 hingga lantai 5. Namun diketahui cat yang digunakan bukan tipe weathershield yaitu merek Dulux Exterior.

Begitu juga dengan pekerjaan gas medis dengan nilai pekerjaan Rp 3,4 miliar lebih. Pada dokumen kontrak diketahui bahwa peralatan medis yang ditawarkan adalah merek beacon medeas, namun yang terpasang merek Ohio.

Selain dua pekerjaan tersebut, BPK juga menemukan adanya ketidaksesuaian spesifikasi barang pada Paket Pembangunan RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli. Total nilai kontrak proyek tersebut adalah Rp 21,8 miliar yang dikerjakan PT BPT.

Berdasarkan dokumen kontrak diketahui bahwa item pekerjaan di antaranya adalah pengadaan satu buah UPS 200 KVA/3p/30 menit dengan harga Rp 2,14 miliar dan pekerjaan lantai vynil dengan harga pekerjaan Rp 910,9 juta.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pengadaan UPS diketahui bahwa Merk UPS yang didatangkan dan dipasang adalah merek TEC.

Kondisi UPS merek TEC yang terpasang tersebut terlihat berupa komponen rangkaian baterai.

Penelusuran terhadap dokomen penawaran dan spesifikasi teknis diketahui bahwa UPS yang ditawarkan pada dokumen lelang adalah merek General Electric dengan spesifikasi di antaranya

Selain tidak sesuai dengan dokumen penawaran dan spesifikasi teknis. Testing dan commisioning atas pengadaan UPS tersebut juga belum dilakukan.

Penelusuran lebih lanjut terhadap pekerjaan pemasangan lantai vynil diketahui bahwa material vynil yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan dokumen penawaran.

Berdasarkan dokumen spesifikasi teknis lantai vynil disyaratkan memiliki tebal 2,6 mm sedangkan yang didatangkan dan dipasang lantai vynil dengan ketebalan 2 mm.

Selain itu, berdasarkan dokumen penawaran diketahui bahwa lantai vynil yang ditawarkan dalam lelang adalah lantai vynil dengan merek Forbo (made in netherlands).

Penelusuran lebih lanjut diketahui bahwa pada kontrak sejenisnya, harga satuan pekerjaan atas pemasangan atas lantai vynil (merk LG Medistep 2 mm) memiliki harga satuan sebesar Rp 496,5 ribu per meter per segi.

Sedangkan pada pekerjaan lanjutan pembagunan RSUD Tgk Chik Di Tiro, harga satuan atas pekerjaan lantai vynil sebesar Rp 777,7 ribu per meter per segi, atau lebih mahal sebesar Rp 281,1 ribu per meter per segi.

Baca juga: 

“Dengan demikian terdapat ketidaksesuaian spesifikasi barang untuk Pekerjaan Pembagunan RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli (Otsus) senilai Rp 3 miliar lebih.

Kepada BPK, kepala Dinas Kesehatan Aceh menyatakan sepakat dengan temuan tersebut dan akan melakukan penyetoran kembali selisih harga atas pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi barang yang ditawarkan ke kas daerah.

Sementara BPK merekomendasikan gubernur Aceh agar memberikan sanksi kepada kepala Dinas Kesehatan Aceh yang tidak cermat melaksanakan pengawasan yang menjadi tanggungjawabnya. Selain itu, BPK juga merekomendasikan gubernur Aceh untuk mengintruksikan kepala Dinas Kesehatan Aceh untuk mempertanggungjawabkan ketidaksesuaian spesifikasi barang tersebut senilai Rp 8,1 miliar lebih yang terdiri dari PT KMB senilai Rp 710 juta, PIM KSO senilai RP 4,37 miliar lebih, dan PT BPT senilai 3 miliar lebih.

Rubrik

Komentar

Loading...