Bogem Apotiker Gara-gara Susu, Camat di Aceh Selatan ini Dipolisikan

Bogem Apotiker Gara-gara Susu, Camat di Aceh Selatan ini Dipolisikan

BERITAKINI.CO, Tapaktuan | Seorang camat di Aceh Selatan dilaporkan ke polisi atas dugaan penganiayaan. Seorang karyawan apotik melaporkannya ke Mapolres Aceh Selatan, kemarin.

Pria itu bernama Deki Putra Indro Aminoto (22). Dia mengaku dibogem oleh seorang pria yang belakangan diketahui adalah camat Trumon Tengah berinisial AM.

Kepada wartawan, Deki mengatakan, pemukulan itu berawal saat AM membeli susu di apotik Laris di Jalan T Ben Mahmud, Gampong Hilir, Kecamatan Tapaktuan. Sehari-hari, Deki bekerja di sana.

“Dia membeli dua kotak susu, masing-masing, rasa coklat dan vanila. Kemarin beliau datang untuk mengembalikan satu kotak susu,” kata Deki, Senin (8/1/2018).

Menurut Deki, susu yang dikembalikan adalah yang rasa vanila. Alasannya, anak sang camat biasa minum susu rasa coklat.

“Karena saya sebagai karyawan, saya harus menerima persetujuan dari pemilik apotek," kata Deki.

Tapi aturan di apotik, kata Deki, barang yang sudah dibeli tidak bisa dikembalikan lagi, kecuali mengganti susu dengan yang lain. “Terus tidak lama kemudian, beliau minta uangnya dikembalikan,” kata Deki lagi.

Padahal, kata Deki, dia sudah menawarkan untuk mengganti susu vanila itu dengan rasa yang lain.

“Tiba-tiba beliau memukul wajah saya. Kemudian yang bersangkutan juga sempat menyebutkan identitasnya sebagai seorang camat,” kata Deki.

"Kamu bilang saja sama bos kamu kalau saya camat di Ladang Rimba (salah satu gampong di Kecamatan Trumon Tengah)," kata Deki meniru ucapan sang camat.

Mendapat perlakuan itu, Deki langsung menghubungi pemilik Apotek Laris, Hendri. Tidak lama kemudian, Deki bersama bosnya langsung melakukan visum di rumah sakit setempat dan melanjutkan melaporkannya ke polisi.

"Coba kita bayangkan, beliau seorang pejabat publik, malah memperlihatkan aksi premanisme di hadapan rakyat. Dan yang anehnya, setelah saya dipukul, tanpa ada sedikitpun rasa permintaan maaf dari beliau," katanya. Deki berharap aparat hukum dapat memproses kasus itu hingga tuntas.

Sementara itu, AM tak menjawab konfirmasi BERITAKINI.CO. Ditelepon berulang-ulang ke nomor selulernya, dia tak menanggapi. Pesan singkat yang dilayangkan juga tak berbalas.

Penulis
Rubrik

Komentar

Loading...