Bisnis Sang Germo Medan, Gub Irwandi & Para Pembencinya (Haters)

Oleh ,
Bisnis Sang Germo Medan, Gub Irwandi & Para Pembencinya (Haters)

Oleh : Boihaqi.

Pasca penangkapan Germo dan para perempuan pelaku asusila di Hotels The Pade, Lampeuneureut Aceh Besar, beberapa waktu lalu, banyak yang menghujat dan melemparkan sumpah serapah terhadap Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

Terlebih sesaat setelah gubernur membalas pada komentar status Facebok Wakil Ketua DPRA Irwan Djohan.

Ketika yang kena tangkap itu tidak ada korelasi dengan keluarga kita, kita mengganggap bahwa itu adalah perbuatan yang durjana yang pantas harus di hukum mati.

Di sini kita melupakan tentang azas hukum “equality before the law “ (azas persamaan di hadapan hukum) setiap orang harus diperlakukan sama di hadapan hukum.

Padahal dalam semua proses hukum dan secara ilmu dasar hukum pidana kita wajib memegang azas presumption of innocence (azas praduga tak bersalah). Setiap orang wajib dianggap tidak bersalah sampai ada putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap yang menyatakan kesalahannya.

Lantas, mengapa pula kita menyalahkan Gubernur Irwandi? Sedangkan proses penangkapan bukan di bawah wewenangnya dan para pelaku itu ditangkap oleh Polresta Banda Aceh yang punya koordinasi dengan Polda Aceh-Mabes Polri.

Wahai para pembenci (haters), ketahuilah para pelaku esek-esek itu Anda anggap telah berzina dengan para pembooking mereka. Tahukah anda bagaimana cara membuktikannya?

Bukan pembuktian dengan nafsu yang penuh benci, tapi nafsu kita harus kita sesuaikan dengan aturan hukum.

Dalam kasus tersebut hanyalah sebuah pengakuan dari pelaku? Tidak ada saksi dan lawan main dari pelaku itu sendiri. Tolong kaji kembali azas hukum “unus testis nullus testis” (satu bukti bukan bukti/satu saksi bukan merupakan alat bukti yang dapat diterima ). Artinya hakim dalam memutus suatu perkara harus didasarkan minimal pada dua alat bukti.

Janganlah kita berasumsi bahwa hukum itu suka suka seperti paket promo kartu as yang di meriahkan oleh bintang “Aming “. Padahal salah satu dogma hukum itu yang kerap di sebut profesor ilmu hukum Lex dura sed tamen scripta: Hukum dirasa kejam namun memang demikianlah keadaannya.

Jika para pembenci, temasuk yang berkomentar di Facebook, merasa dirinya telah mendapat tiket ke surga, ingin menjadi pahlawan bagi kita semua, apakah mau dan bersedia menjadi saksi bahwa yang tertangkap itu dilihat dengan sengaja telah berzina?

Kembali saya ingin sampaikan ada azas hukum “affirmanti incumbit probato” (barangsiapa yang mendalilkan sesuatu maka ia harus membuktikan dalilnya tersebut), bukan dengan sumpah serapah dan mencaci maki.

Pak Irwan Johan sah-sah saja bersuara karena beliau adalah wakil rakyat yang bertugas menyampaikan aspirasi rakyat. Tapi semoga beliau tidak lupa, pasca kekalahan Irwan Johan dalam Pilkada 2012, beliau membuat Night Party yang diiringi Alunan Music Disco Remix di salah satug udang di Kawasan Peukan Bada, Aceh Besar.

Padahal waktu itu calon wakilnya adalah qari yang punya nama dibanda Aceh. Namun Irwan Johan belum mampu terafiliasi dengan sikap kesalehan sosial calon wakilnya tersebut.

Fenomena ini sama dengan kata Ali bin Ali Thalib pada khalifah seusai Rasul wafat. Beliau berucap, “Barangsiapa menyalakan api fitnah, maka dia sendiri yang akan menjadi bahan bakarnya.”

Ali Bin Ali Thalib kembali berucap, “Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun. Karena yang menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak percaya itu."

Ayo berprinsiplah seperti Saad Ibnu Waqash yang telah mendapatkan jaminan masuk suurga oleh Rasulullah karena selalu berpikiran positif.

Cukuplah kita berghibah(peusuna) setiap hari, mari kita introspeksi diri, bahwa kita bukan makhluk makshum (suci ) hari ini mereka yang kena karena mempertahankan hidup, esok atau lusa semoga bukan keluarga kita, dan jika ingin menjadi saksi jika ada penangkapan ke depan datanglah ke pihak penangkap dan menyatakan bersedia menjadi saksi, dan bukan menjadi pembenci.

*Penulis adalah Panglima Teugom Abei berdomisili di Simpang Kameng, Matang Geuleumpang II.

Rubrik
LOKER BERITAKINI

Komentar

Loading...