Beredar Video Pria Mengaku Orang Palestina Malu dengan Aksi Pencari Sumbangan yang Ngamuk di Aceh Utara

Beredar Video Pria Mengaku Orang Palestina Malu dengan Aksi Pencari Sumbangan yang Ngamuk di Aceh Utara

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Aksi pencari sumbangan yang ngamuk di salah satu gerai Indomaret di Matangkuli, Aceh Utara, telah menyulut emosi salah seorang pria yang mengaku orang Palestina.

Pria yang fasih berbahasa Indonesia itu membuat sebuah video testimoni menanggapi aksi pencari sumbangan yang sempat heboh namun saat ini  telah berakhir damai secara kekeluargaan itu.

Baca: Pencari Sumbangan yang Ngamuk di Matangkuli Resmi Berdamai dengan Indomaret

"Assalammualaikum. Aku hari ini mau komentar soal sedekah seribu rupiah yang terjadi di Aceh," kata pria itu seperti yang dilihat BERITAKINI.CO dalam sebuah video pendek yang beredar luas.

"Itu orang yang megang bendera Palestina, dan ngamuk-ngamuk di minimarket, itu tidak layak megang bendera Palestina."

Pria itu juga menilai bahwa aksi pencari sumbangan itu adalah aksi preman.

"Saya tidak setuju dengan cara preman. Kita orang Palestina malu bendera kita dibawa sama orang yang bergaya preman," katanya.

Dia juga menukilkan tentang esensi sedekah. Menurut dia, sedekah itu pada dasarnya muncul dari jiwa. Dari hati yang iklas.

"Yang loe ngamuk-ngamuk minta seratus ribu. Siapa anda untuk minta seratus ribu.  Kita orang Palestina iklas seberapapun diberi," kata pria yang mengaku tinggal di Karawaci, Tenggerang, dan berprofesi sebagai penjual nasi kebuli itu.

Seperti diketahui, setelah videonya sempat viral dan menimbulkan beragam reaksi di masyarakat, pencari sumbangan yang sempat mengamuk di minimarket di Matangkuli, Aceh Utara, resmi berdamai dengan Manajemen Indomaret.

Proses perdamaian berlangsung di Masjid Al Khalifah Ibrahim, Matangkuli, selepas salat Ashar tadi, dan dimediasi oleh Polsek Matangkuli.

Ketua Remaja Masjid Al Khalifah Ibrahim, Teungku Jafar Kuba, salah seorang yang terekam video mengamuk di gerai Indomaret tersebut, menyampaikan permohonan maafnya atas video yang viral dan meresahkan masyarakat tersebut.

Rubrik

Komentar

Loading...