Berangus Praktik Nepotisme di Pemerintahan, Mawardi akan Lelang Jabatan Kepala SKPD di Aceh Besar

Berangus Praktik Nepotisme di Pemerintahan, Mawardi akan Lelang Jabatan Kepala SKPD di Aceh Besar
Pasangan Calon Mawardi Ali - Husaini Abdul Wahab (BERITAKINI.CO/Irwan Saputra)

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Calon Bupati Aceh Besar Mawardi Ali mengatakan, jika nanti terpilih sebagai kepala daerah, dia akan menghapus penilaian masyarakat tentang praktik KKN yang sudah kadung melekat dalam setiap proses penempatan pejabat daerah.

Salah satu caranya dengan menggunakan mekanisme terukur dan transfaran dalam merekrut SDM untuk memimpin sebuah SKPD.

Hal ini penting, bukan saja untuk untuk menghilangkan stigma negatif, tapi juga untuk memastikan setiap SDM yang memimpin sebuah lembaga benar-benar sosok yang  profesional sehingga target-target pembangunan dapat diterjemahkan dan direalisasikan dengan maksimal.

"Jabatan tidak boleh diberikan karena balas jasa, jabatan tidak boleh lagi diberikan kepada orang-orang yang dekat dengan pemerintah berkuasa. Oleh karenanya, kita (akan) melelang (jabatan),” katanya saat menjawab pertanyaan dari panelis tentang fakta empirik bahwa kecenderungan bupati, tak kecuali Aceh Besar, akan menempatkan orang-orang dekat, seperti, timses, keluarga dan kolega untuk menduduki jabatan strategis, dalam debat kandidat yang berlangsung di Studio TVRI Banda Aceh, Kamis (19/1/2017).

Baca : Ini yang akan Dilakukan Dua Pasang Kandidat Jika Terpilih Jadi Bupati Aceh Besar

Mawardi mencontohkan, untuk jabatan kepala dinas pertanian, dia akan memastikan memilih seorang yang mampu mempresentasikan program kerja selama ia akan menjabat nantinya.

Misal, kata Mawardi, saat ini produktivitas padi di Aceh Besar masih sangat rendah, sekitar 5,5 ton per hektar. Seorang kepala SKPD, kata Mawardi, harus mampu mendorong tumbuhnya nilai produksi secara terukur, misal menjadi 6 ton dan kurun waktu tertentu. "Begitu selanjutnya," kata Mawardi.

Baca : Debat Kandidat Aceh Besar, Duel Mawardi vs Juanda Djamal

Namun untuk jabatan kepala dinas pendidikan, Mawardi memasang syarat yang cukup ketat. “Minimal harus doktor (S3), hal itu penting untuk meningkatkan mutu pendidikan di Aceh Besar,” katanya.

Apalagi, kata Mawardi, Aceh Besar memiliki sumber daya manusia yang sangat luar biasa, namun cenderung memilih untuk mengabdi di luar daerah. Karenanya, ia akan menjemput putra-putra terbaik daerah dimanapun mereka berada untuk mengelola Aceh Besar yang sangat dia cintai itu.

“Jadi tidak boleh lagi jabatan diberikan karena kedekatan,” katanya.(*)

Penulis

Komentar

Loading...