Begini Pola Hidup Sehat saat Puasa Menurut Dokter Spesialis Gizi RSUD Meuraxa

Oleh ,
Begini Pola Hidup Sehat saat Puasa Menurut Dokter Spesialis Gizi RSUD Meuraxa

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Selama bulan suci Ramadan, umat muslim diwajibkan untuk berpuasa tidak makan dan minum dari terbit fajar hingga tenggelam matahari.

Saat menjalankan ibadah puasa pun Kita juga harus menjaga pola hidup sehat demi kualitas kesehatan dan puasa yang lebih baik.

Memiliki pola hidup sehat sebenarnya perlu diterapkan setiap hari. Hanya saja saat Ramadan, terutama pada minggu-minggu awal, tubuh mengalami perubahan pola hidup, mulai dari pola makan hingga pola tidur.

Perubahan ini sedikit banyak membuat tubuh mengalami berbagai keluhan. Itulah sebabnya kita perlu lebih ketat lagi dalam menerapkan pola hidup sehat saat puasa, agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan yang umum mengintai.

Lalu, pola hidup sehat seperti apa yang harus diterapkan selama bulan Ramadan?

Berikut tips dari dokter spesialis gizi di RSUD Meuraxa, Kota Banda Aceh, dr.Mutia Winanda, M.Gizi, Sp. GK.

1. Memilih Minuman dan Makanan

Saat berbuka Anda cukup dengan minum-minuman manis aja, karena selama berpuasa tubuh kita banyak kehilangan cadangan energi yang secara otomatis mengakibatkan kadar darah glukosa tubuh kita akan turun.

“Kita dapat meminum teh manis atau takjil. Tapi minuman manis juga tetap memperhatikan tingkat manisnya, sebab terlalu manis juga tidak baik untuk kesehatan,” kata Mutia.

Minum yang cukup dapat menghindarkan kita dari dehidrasi yang dapat membuat tubuh terasa lemas dan tidak bergairah. Anda bisa mengonsumsi air sebelum dan saat sahur, setelah buka puasa, dan sebelum tidur.

“Namun, tidak semua air baik dikonsumsi di bulan puasa. Kopi, teh, dan minuman bersoda termasuk kategori minuman yang tidak disarankan untuk dikonsumsi saat Ramadan,” kata Mutia.

Alasan kenapa kita dianjurkan untuk makan atau minuman yang manis, tujuannya supaya dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Salah satu makanan yang dapat kamu santap adalah kurma, karena kurma menganduk karbohidrat kompleks.

Jenis karbohidrat yang mampu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan membuat Anda rasa kenyang sepanjang hari. Selain kurma, makanan yang terdiri dari karbohidrat kompleks misalnya gandum utuh, beras merah, serta biji-bijian.

“Perlu diingat, makan dan minum di atas tidak harus dikonsumsi dalam jumlah besar ya, sebab tujuannya hanya untuk mengembalikan energi yang terpakai saat berpuasa,” kata Mutia.

2. Menjaga Pola Makan

Kecenderungan di masyarakat kita adalah makan makanan berat pada saat berbuka sekaligus. Yang dianjurkan sebenarnya adalah melakukan makan-makanan berat selesai melaksanakan shalat magrib. Di sini anda perlu melakukan pola makan gizi seimbang, yaitu sebagai berikut:

• Karbohidrat kompleks yaitu jenis karbohidrat yang mampu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan membuat Anda rasa kenyang sepanjang hari. Makanan yang terdiri dari karbohidrat kompleks misalnya gandum utuh, beras merah, serta biji-bijian.
• Makanan berserat tinggi dicerna perlahan oleh tubuh yang bisa membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Makanan berserat tinggi yang bisa Anda makan seperti kurma, pisang, alpukat, brokoli, wortel, dan kacang merah.
• Makanan kaya protein dapat membantu membuat tubuh lebih berenergi dan bertenaga selama puasa. Telur, keju, dan daging tanpa lemak bisa menjadi alternatif menu sahur Anda.

Biasanya waktu berbuka puasa menjadi saat yang dinanti-nanti. Sayangnya, hal ini sering kali menjadi momen ‘balas dendam’ dengan menyantap semua makanan yang tersedia di meja. Padahal, makan berlebihan dalam satu waktu sangat berbahaya bagi tubuh.

“Terlalu banyak makan saat berbuka bisa mengakibatkan perut kembung dan badan menjadi lesu. Apalagi jika makanan dan minuman yang Anda konsumsi kaya akan gula dan berlemak tinggi. Akibatnya, Anda bisa terkena gangguan pencernaan dan penambahan berat badan yang drastis di akhir bulan Ramadan,” kata Mutia.

Selain itu, hal ini juga bisa menimbulkan risiko kesehatan yang serius jika dilakukan terus-terusan selama sebulan penuh. Menerapkan pola hidup sehat saat puasa bisa membuat tubuh tetap sehat dan bertenaga sepanjang hari. Dengan begitu, Anda tetap bisa menjalani hari dengan maksimal walaupun sedang berpuasa.

3. Melakukan Aktifitas Fisik

Aktifitas fisik berupa olahraga ringan seperi jalan kaki dapat dilakukan 45 atau 30 menit sebelum waktu berbuka agar tubuh tetap bugar.

Kita dapat menyesuaian waktu dan intensitas kegiatan supaya tidak mengganggu puasa. Misal mengganti latihan yang berintensitas tinggi menjadi sedang. Perencanaan latihan bisa dilakukan bersama pelatih untuk memastikan kesehatan dan kecukupan cairan dalam tubuh saat olahraga.

4. Tidur yang Cukup

Di bulan puasa, Anda perlu bangun lebih pagi dari biasanya untuk melaksanakan sahur. Oleh karena itu, sebaiknya Anda perlu tidur lebih awal agar kebutuhan tidur tetap terpenuhi, paling tidak selama 7 jam.

Dengan tidur yang cukup, Anda tidak akan kesiangan bangun untuk sahur. Selain itu, hal ini juga dapat membantu Anda untuk tetap bersemangat sepanjang hari. Kurang tidur bisa membuat Anda merasa mudah lelah, mengantuk, dan sulit berkonsentrasi saat beraktivitas. Hal ini tentu dapat menganggu produktivitas kerja Anda selama berpuasa.

“Hal yang dapat disesuaikan pada saat bulan puasa adalah tidur yang berkualitas, meskipun jam tidur lebih sedikit sebisa mungkin dimanfaatkan dengan baik. Dalam artian ketika tidur tidak lagi melakukan kegiatan lain seperti main hanphone, baca buku, dan lain-lain,” kata Mutia. | RISKA IWANTONI

Komentar

Loading...