Begini Kronologi Penyeludupan Ratusan Kg Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi di Aceh Timur

Begini Kronologi Penyeludupan Ratusan Kg Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi di Aceh Timur

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Tim gabungan dari BNN Pusat, BNNK Langsa dan Bea Cukai menangkap tiga tersangka penyeludup narkotika di perairan Aceh Timur, Senin (18/9/2017).

Informasi yang dihimpun, ketiga tersangka itu masing-masing, Benu alias Awi (40), warga Seuneuddon, Aceh Utara (pengendali), M Saleh (37) warga Asahan, Sumatra Utara (ABK) dan M Husen (38), warga Jeunieb, Bireun (ABK).

Baca: BNN Gagalkan Penyeludupan Ratusan Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi di Aceh Timur

Kepala BNNK Langsa AKBP Navri Yulenny membenarkan ihwal penangkapan tersangka penyeludup narkoba ini.

Informasi yang dihimpun BERITAKINI.CO, penangkapan ini berawal dari informasi yang diterima petugas dari masyarakat tentang rencana penyeludupan narkoba dari Malaysia menuju Indonesia, melalui perairan Aceh Timur.

Petugas lantas membentuk tim dan melakukan patroli di laut di sekitar perairan Idi Rayeuk dan Peureulak, Aceh Timur, dan penyelidikan di daratan kota Lhokseumawe hingga Langsa.

Sekira pukul 14.20 WIB, tim yg melakukan patroli laut dengan menggunakan kapal Bea Cukai, menghentikan kapal yang dicurigai, namun ABK kapal motor tersebut malah kabur.

Mereka meloncat dari kapal dan lari ke daratan. Petugas lantas menggeledah kapal tersebut. Di sanalah ditemukan barang bukti sekirat 133 kilogram sabu dan 42.500 butir ekstasi.

Selanjutnya, tim melakukan pengembangan mencari ABK kapal yang melarikan diri.

Pukul 16.30 WIB, dua ABK terpantau berada di sekitar Masjid Kuta Binjei, Aceh Timur. Mereka sedang berupaya untuk kabur ke Lhokseumawe menggunakan bus umum L300.

Keduanya adalah M Saleh dan M Husen.

Tim melakukan pembuntutan terhadap ABK hingga ke Punteut, Lhokseumawe. Ternyata mereka menemui Banu alias Alwi, si pengendali penyeludupan narkoba itu.

Merekapun ditangkap saat sedang melakukan pertemuan di dalam Resto Sasa Nam, Punteut.(*)

Rubrik

Komentar

Loading...