Begini Kata Polisi Soal Motif Ayah Aniaya Dua Balita Pakai Cangkul di Aceh Timur

Begini Kata Polisi Soal Motif Ayah Aniaya Dua Balita Pakai Cangkul di Aceh Timur
Samsun (37), tersangka pelaku penganiayaan anak kandung di Aceh Timur

BERITAKINI.CO, Idi | Sat Reskrim Polres Aceh Timur terus mendalami kasus penganiayaan yang dilakukan Samsun (37) Dusun  Kaye Gadeng, Gampong Mesjid, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur.

Pria itu telah ditangkap karena menganiaya dua anaknya yang masih balita masing-masing Ulfa Mahera (5) dan Muhammad Nazar (3).

Namun polisi kesulitan mengungkap apa motif dibalik penganiayaan tersebut. Karena pelaku merupakan penyandang tunarungu.

"Saat ini kita masih belum tau apa motif pemukulan terhadap anaknya, kita masih mendalami kasus ini," ujar Kapolsek Nurussalam Iptu Abdullah, Jumat (12/7/2019). Polisi sedang berkomunikasi dengan juru bahasa isyarat untuk membantu penyidikan.

“Tapi kita belum tau apakah nanti juru bahasa bisa paham berkomunikasi dengan pelaku, karena pelaku berkomunikasi isyarat selama ini dengan otodidak, tidak pernah belajar di sekolah luar biasa,” katanya.

Sejauh ini, polisi telah mengumpulkan sejumlah keterangan bahwa pelaku memang dikenal sebagai sosok yang tempramen.

“Istrinya mengakui jika emosi pelaku ini memang tidak stabil,” katanya.

"Kita berharap dengan memakai ahli bahasa nantinya pelaku dapat mengerti untuk proses hukum, untuk keseharinnya, hanya istri pelaku yang mengerti apa yang ia omongin."

Sebelumnya diberitakan, Samsun ditangkap usai menganiaya kedua anaknya pakai cangkul, kemarin. Kedua balita tak bersalah itu pun mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Baca: Dua Balita Dianiaya Ayah Kandungnya Pakai Cangkul di Aceh Timur

Samsun ditangkap beberapa saat kemudian, setelah sebelumnya dia sempat kabur ke arah hutan.

Dia kini mendekam di sel tahanan Polres Aceh Timur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. | RISKITA

Rubrik

Komentar

Loading...