Begini Cara Paslon Atasi Kekerasan Seksual Terhadap Anak dan Perempuan di Pidie

Begini Cara Paslon Atasi Kekerasan Seksual Terhadap Anak dan Perempuan di Pidie

BERITAKINI.CO, SIGLI | Isu kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak dinilai terus meningkat. Lantas seperti apa cara calon kepala daerah mengatasinya?

Pertanyaan ini mencuat di arena Debat Terbuka Calon Bupati dan Wakil Bupati Pidie di Hotel Grend Blang Asan Sigli, Jumat (10/2/2017).

“Seperti apa langkah kongkrit saudara dalam memutuskan mata rantai untuk dua kasus tersebut,” tanya moderator.

Calon Bupati Nomor Urut 1 Tarmius mengatakan, cara paling efektif untuk menghentikan matarantai tersebut adalah dengan menanamkan budi pekerti yang baik bagi anak-anak sejak usia dini. Karena menurutnya, seorang anak yang sudah memiliki budi pekerti dan nilai-nilai agama, sikap dan tindakan akan melahirkan kebaikan.

“Yang terpenting, memberikan pemahaman yang baik kapada anak sejak usia dini, mulai dari membiasakan hidup dengan budi pekerti yang baik hingga memberikan nilai-nilai agama kepada anak-anak melalui pendidikan boarding school,” papar Tarmius.

Sedangkan untuk melindungi perempuan dari kekerasan seksual, dia mengatakan akan melibatkan para ulama atau orang-orang yang memiliki ilmu agama di samping memberikan pemahan tentang seksual.

Sebab kata-kata tersebut masih sangat tabu di telinga masyarakat. ”Jika kita membicarakan seksual, itu pemahamannya sudah lain, masih sangat tabu kata-kata itu ditelinga masyararakat kita, makanya perlu diberikan pemahaman yang baik,” ujar Tarmius.

Sementara Calon Wakil Bupati Nomor Urut 3 M Iriawan menjawab, masalah kekerasan terhadap anak dan kekerasan seksual pada perempuan memang menjadi perhatian khusus Pemerintah Pidie saat ini dan ke depan.

“Masyarakat perlu ditanam nilai-nilai agama, melakukan sosialisasi, memerangi pengangguran karena faktor ekonomi keluarga juga berimbas pada kekerasan akibat tidak terkontrolnya emosi,” katanya.

Di samping itu, katanya, pemerintah juga akan menyiapkan tempat penampungan bagi korban, sehingga mereka merasa aman untuk menghilangkan rasa trauma yang diderita akibat kekerasan. “Kasus kekerasan tidak akan kami tolerir,” katanya.

Sebelumnya, di segmen isu aktual lainnya, moderator Debat Terbuka Saifuddin Bantasyam memberikan pertanyaan kepada masing-masing kandidat tentang langkah konkrit yang akan dilakukan dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Pidie.

Calon Wakil Bupati Pidie Nomor Urut 1 Kahalidin mengatakan, selain dukungan pihak kepolisian, juga diperlukan peran orang tua dalam mengawasi anaknya sehingga tidak terjerumus dalam praktik penyalahgunaan narkoba.

“Narkoba haram secara hukum agama dan negara, oleh karena itu pendidikan agama harus diutamakan,” ujarnya.

Sementara Calon Bupati Pidie Nomor Urut 3 Sarjani Abdullah mengakui, menangani persoalan penyalahgunaan narkoba memang merupakan pekerjaan yang sulit. Karena praktik itu dijalankan secara sembunyi-sembunyi.

“Apabila terpilih, kami akan meningkatkan kerjasama dengan pihak kepolisian, kejaksaan dan instansi terkait. Saat ini kita telah memiliki BNN dan akan kita berikan dukungan penuh untuk memerangi narkoba,” ucapnya.(*)

Rubrik

Komentar

Loading...