Bea Cukai Sita Jutaan Batang Rokok Ilegal di Aceh

Oleh ,
Bea Cukai Sita Jutaan Batang Rokok Ilegal di Aceh
BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Tim Intelijen dan Penindakan Bea Cukai Aceh yang tergabung dalam Operasi Patuh Ampadan I menyita jutaan batang rokok ilegal yang beredar di wilayah Aceh. 
 
Kepala Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Aceh Rusman Hadi mengatakan, total ada sebanyak 1.181. 209 batang rokok yang berhasil disita selama kurun waktu dua minggu operasi dalam bulan Mei 2017 di Banda Aceh, Lhokseumawe, Meulaboh dan Kuala Langsa.
 
Tim dari Kantor Pelayanan Banda Aceh Aceh menyita 10.860 batang rokok Ilegal,  Kantor Pelayanan Lhokseumawe menyita 42.012 batang rokok, Kantor Pelayanan Langsa menindak 37,829 batang rokok, Kantor Pelayan Meulaboh menindak 2.668 batang rokok dan tim gabungan kantor wilayah dengan Kantor Pelayanan Banda Aceh menyita 1.087.840 batang rokok Ilegal. 
 
"Pelanggaran yang dilakukan di antaranya rokok tersebut dilekati pita cukai palsu, dilekati pita cukai bekas, dilekati pita cukai yang bukan peruntukannya," katanya.
 
Dia mengungkapkan, penindakan dan penyitaan terbesar dilakukan pada Minggu sore, 21 Mei 2017 di sebuah rumah yang beralamat di Dusun Batee Cut, Desa Lambheu, Kecamatan Darul lmarah, Aceh Besar. 
 
Di sana, petugas menyita 67.990 bungkus rokok ilegal isi 16 batang.
 
Rokok-rokok itu sesungguhnya hanya boleh beredar di kawasan Sabang. Karena itu, tidak diizinkan beredar ke tempat selain Kawasan Bebas, mengingat pungutan cukai yang belum diIunasi.
 
"Jadi pelaku berupaya mengedarkan rokok yang belum dilunasi cukainya tersebut ke wilayah Banda Aceh dan sekitamya dengan tujuan menghindari cukai dan mendapat keuntungan yang berlipat," katanya. 
 
Menurutnya, saat ini perkara tersebut sedang dalam proses penyelidikan oIeh PPNS Kantor Wilayah DJBC Aceh dan pelaku diduga telah melakukan tindak pidana di bidang cukai, yaitu melanggar Pasal 54 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 sebagaimana telah daubah dengan Undang-Undang Nomor 39 tahun 2007 tentang Cukai.
 
"Dalam kurun waktu Januari sampai dengan April 2017, Bea Cukal Aceh telah menyita lebih dari 1.87 juta batang rokok llegal, sehingga sampai dengan bulan Mei 2017 ini, rokok ilegal yang disita mencapai lebih dari 3 juta batang, dengan potensi penerimaan cukai mencapai Rp 1 miliar, dan barang bukti ini nantinya selain dijadikan barang bukti di pengadilan selebihnya akan dimusnahkan," katanya. 
 
 
Rubrik

Komentar

Loading...