Baru Ditemukan Ilmuan Jepang: Puasa Bisa Mencegah Penuaan

Baru Ditemukan Ilmuan Jepang: Puasa Bisa Mencegah Penuaan

BERITAKINI.CO | Ilmuwan dari Okinawa Institute of Science and Technology Graduate University (OIST) dan Kyoto University mengungkap manfaat kesehatan yang baru ditemukan dari puasa. Menurut penelitian tersebut, berpuasa dapat membalikkan beberapa efek penuaan.

"Studi penuaan baru-baru ini menunjukkan bahwa pembatasan kalori dan puasa memiliki efek memperpanjang umur pada hewan model, tapi mekanisme terperinci tetap menjadi misteri," kata seorang peneliti di Unit Sel G0 OIST yang juga penulis penelitian Takayuki Teruya, seperti dikutip laman sciencedaily, beberapa waktu lalu.

Para penulis berpendapat bahwa efek antioksidan dapat berperan sebagai respons utama tubuh terhadap puasa. Karena kelaparan dapat menumbuhkan lingkungan internal oksidatif yang berbahaya.

Studi eksplorasi mereka memberikan bukti antioksidan pertama sebagai penanda puasa. Selain itu, penelitian ini memperkenalkan gagasan baru bahwa puasa dapat meningkatkan produksi beberapa metabolit yang berkaitan dengan usia, yang melimpah pada orang muda, tapi menurun pada usia tua.

"Mungkin untuk memverifikasi efek anti-penuaan dari berbagai sudut pandang dengan mengembangkan program olahraga atau obat-obatan yang mampu menyebabkan reaksi metabolisme yang mirip dengan puasa," ujar Teruya.

Penelitian yang dipublikasikan pada 29 Januari 2019 dalam Scientific Reports ini menyajikan analisis seluruh sel darah manusia, plasma, dan darah merah yang diambil dari empat individu yang berpuasa, dan menyatakan bahwa berpuasa dapat meningkatkan aktivitas metabolisme manusia dan menghasilkan antioksidan.

Temuan ini berkembang pada ide-ide mapan tentang apa yang bisa dilakukan puasa untuk kesehatan manusia. Langkah selanjutnya adalah mereplikasi hasil ini dalam studi yang lebih besar, atau menyelidiki bagaimana perubahan metabolik mungkin dipicu oleh cara lain.

"Orang tertarik pada apakah manusia dapat menikmati efek pencegahan penyakit metabolik dan memperpanjang masa hidup dengan puasa atau pembatasan kalori, seperti pada hewan model," tutur Teruya. "Memahami perubahan metabolisme yang disebabkan oleh puasa diharapkan memberi kita kebijaksanaan untuk menjaga kesehatan."

Para peneliti memantau perubahan tingkat metabolit atau zat yang terbentuk selama proses kimia yang memberi energi pada organisme dan memungkinkannya tumbuh. Hasilnya mengungkapkan 44 metabolit, termasuk 30 yang sebelumnya tidak dikenali, meningkat secara universal di subjek antara 1,5 hingga 60 kali lipat.

Rubrik
Sumber
SCIENCEDAILY | SCIENTIFICREPORT

Komentar

Loading...