Jalan Tak Selesai, Kini Talud Pada Proyek Peningkatan Jalan Rp 21 Miliar di Aceh Singkil Mulai Ambruk

Jalan Tak Selesai, Kini Talud Pada Proyek Peningkatan Jalan Rp 21 Miliar di Aceh Singkil Mulai Ambruk

BERITAKINI.CO, Singkil | Proyek peningkatan Jalan Singkil-Teluk Rumbia dirundung rupa-rupa persoalan. Bukan saja tak selesai dikerjakan, proyek ini juga mulai mengalami kerusakan. Dinding penahan tanah (talud) yang baru selesai dibangun pada 2018 lalu, ambruk di beberapa bagian.

Proyek yang bersumber dari dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan (gabungan APBN dan APBD) 2018 ini dikerjakan oleh PT Peduli Bangsa dengan nilai kontrak Rp 20,2 miliar.

Ambruknya proyek infrastruktur itu mendapat sorotan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Central Hukum & Keadilan (CHK) Aceh Singkil. Mereka pun menyoalkan kualitas proyek itu.

“Pantauan kita, ada 50 meter talud jalan yang sudah ambruk,” kata Derektur CHK Razaliardi Manik, Senin (11/2/2019).

Selain ambruk, kata Razali, juga ditemukan pula puluhan titik beton yang sudah retak. Bahkan kerusakan pada dinding talut itu tergolong parah.

Razali menduga, proyek itu dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis seperti dalam dokumen proyek. Sehingga, talud tersebut tidak bertahan lama. Ia pun mempertanyakan kualitas pengerjaan proyek itu.

“Pada hal proyek ini baru saja selesai dibangun, tapi sudah rusak di mana-mana. Untuk itu kita meminta penegak hukum agar melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaan proyek itu. Baik pemeriksaan kualitas, material, maupun volume pekerjaanya. Apalagi, pelaksanaan proyek tersebut berada di bawah pengawalan TP4D Kejari Singkil,” kata Razali.

"Pihak terkait harus peduli dan mengambil langkah dengan turun ke lapangan menyikapinya. Jika ditemukan kejanggalan dalam pekerjaan, panggil dan periksa semua.”

Diketahui, dalam penjabaran APBK Induk Kabupaten Aceh Singkil Tahun Anggaran 2018, perencanaan kegiatan proyek tersebut adalah pembangunan jalan, yaitu paket "Peningkatan Jalan Singkil-Teluk Rumbia" dengan produk akhir lapisan aspal.

Namun dalam pelaksanaannya, proyek tersebut beralih menjadi paket pekerjaan Peningkatan Jalan Dengan Tanah Timbunan Pilihan. Meski demikian, sampai akhir Desember 2018, proyek ini tak kunjung selesai dikerjakan oleh PT Peduli Bangsa.

Beberapa waktu lalu, masyarakat Kampung Teluk Rumbia dan Ranto Gedang, Kecamatan Singkil yang merasakan langsung akibat mangkraknya proyek ini melakukan unjuk rasa ke Kantor Bupati Aceh Singkil. Mereka meminta pertanggungjawaban pihak-pihak terkait, terutama Dinas PUPR untuk menyelesaikannya.

Saat itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Aceh Singkil, Muzni yang dikonfirmasi menyebutkan jika proyek ini baru terealisasi sekitar 40 persen.

Baca: Proyek Jalan Rp 21 Miliar di Singkil Mangkrak, Begini Penampakannya

"Proyek Peningkatan Jalan Singkil-Teluk Rumbia ini memang baru selesai 40 persen dan kelanjutannya akan kami anggarkan kembali pada Tahun Anggaran 2020 mendatang," katanya kepada wartawan usai menerima para pengunjuk rasa di kantor bupati beberapa waktu lalu.

Editor
Rubrik

Komentar

Loading...