Astaga, Wanita ini Cabuli Bocah Perempuan Pakai Pensil di Banda Aceh

Oleh ,
Astaga, Wanita ini Cabuli Bocah Perempuan Pakai Pensil di Banda Aceh
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polresta Banda Aceh Ipda Septia Intan Putri (tengah)

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | SS, warga Banda Aceh, akhirnya harus berurusan dengan penegak hukum setelah dia terungkap melakukan pencabulan terhadap bocah perempuan yang juga keponakannya sendiri.

Perempuan 27 tahun ini telah ditahan di Mapolresta Banda Aceh untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pelaku ditangkap aparat kepolisian di rumahnya yang berada di kawasan Banda Aceh.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polresta Banda Aceh Ipda Septia Intan Putri kepada wartawan di Mapolresta Banda Aceh mengatakan, pelaku sudah berbuat cabul kepada keponakannya sejak 2016.

“Pelaku mencabuli korban sudah beberapa kali,” kata Ipda Septia, Kamis (8/3/2018).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku termotivasi melakukan pencabulan karena ingin melampiaskan nafsunya.

“Motivasi tersangka ingin melampiaskan nafsunya. Diketahui tersangka belum menikah dan tidak bekerja. Pelaku dan korban diketahui tinggal satu rumah,” jelasnya.

Ipda Septia menerangkan, kasus ini terungkap setelah adanya kecurigaan orang tua korban terhadap perubahan tingkah laku anaknya. Korban cenderung tertutup dan sering mengurung diri di dalam kamar.

“Pada awalnya, orang tua korban tidak mengetahui adanya perubahan perilaku kepada anaknya. Suatu saat, orang tua korban pernah melihat anaknya di dalam rumah tidak mengggunakan baju dan sedang menggunakan pensil dan mencolok kemaluannya sendiri,” ungkapnya.

Orang tua korban lantas mendesak korban untuk bercerita sehingga terungkap peristiwa yang dialaminya. Ibu korban selanjutnya membuat laporan ke polisi.

Atas kasus ini, korban mengalami trauma berat dan harus direhabilitasi agar kembali kepada perilaku normal seperti anak pada umumnya.

“Kita sudah membawa korban ke psikolog dan saat ini korban dalam tahap pemulihan psikis. Terhadap kasus ini pelaku dijerat dengan Pasal 82 ayat 1 jo Pasal 76 huruf e Undang-undang Perlindungan anak dengan ancaman maksimal penjara 15 tahun denda maksimal Rp 5 milliar,” kata Septia.

Rubrik
IKLAN ACEH JAYA

Komentar

Loading...