Asa Terbang Bersama Irwandi ‘JKA’ Yusuf

Asa Terbang Bersama Irwandi ‘JKA’ Yusuf

AKHIR pekan kali ini bolehlah dikatakan sebagai akhir pekan terlengkap dan sangat bersejarah bagi Irwandi Yusuf dan juga Nova Iriansyah.

Dua politisi ini baru saja dinyatakan sebagai pemenangan kontestasi pemilihan gubernur-wakil gubernur Aceh 2017.

Kemarin sore, KIP Aceh telah membacakan hasil rekapitulasi perolehan suara masing-masing pasangan. Tinggal menghitung hari, jika tak ada gugatan, status mereka akan dimantapkan pada Maret nanti.

Tak berlebihan jika dikatakan Irwandi adalah sosok fenomenal. Dia memiliki determinasi cukup tinggi pada pilkada kali ini. Konsentrasinya terbilang prima, disokong mesin politik yang cukup segar pula.

Satu hal lainnya yang cukup menakjubkan, Irwandi mampu mengungguli pesaing utamanya--Muzakir Manaf-- dengan perolehan yang meyakinkan.

Muzakir Manaf memang bukan kandidat sembarangan. Dia satu-satunya calon yang memiliki infrastruktur politik paling dominan di pilkada kali ini.

Diusung Partai Aceh—partai terbesar di Tanah Rencong—, banyak pihak meyakini Muzakir Manaf akan dengan mudah mengunci kemenangan kontestasi kepala daerah.

Boleh jadi, keyakinian ini pula yang membuat sejumlah politisi sekelas Miryadi Amir, Mirwan Amin dan Ibnu Rusdi sampai rela meninggalkan Partai Demokrat untuk bergabung dengan Hanura, yang sebelumnya telah menyatakan mendukung Muzakir Manaf.

Tapi politik tak bisa ditebak. Perolehan suara Irwandi Yusuf yang berpasangan dengan Ketua DPD Demokrat Aceh Nova Iriansyah, berhasil keluar dari ekspektasi sejumlah kalangan. Bahkan, suaranya jauh melampaui apa yang dia hasilkan pada 2012 lalu.

Mengemas sejumlah program—di antaranya Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), program tua yang dihangatkan kemudian disajikan ulang—Irwandi  berhasil menarik simpati masyarakat.

Tak kurang dari 898.710 pemilih menaruh harapannya pada Irwandi-Nova untuk lima tahun ke depan.

Hasil itu sudah lebih dari cukup untuk mengantarnya ke kursi gubernur Aceh yang sempat lepas sepanjang lima tahun terakhir.

Jika tak ada aral melintang, pada Juni 2017 mendatang, Aceh akan memiliki gubernur-wakil gubernur baru, pengganti Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf.

Setelah itu, kita akan menyaksikan seperti apa Irwandi Yusuf menunaikan janji-janji yang disampaikan pada kampanye beberapa waktu lalu.

Rakyat tentu punya alasan memilih Irwandi-Nova. Satu hal yang pasti adalah tentang bagaimana pasangan ini bisa menerbangkan Aceh lebih tinggi.

Mempercepat akselerasi pembangunan, memudahkan pelayanan dan menekan angka kemiskinan, serta pengangguran. Pekerjaan ini tentu tak mudah. Tapi bukan pula sesuatu yang muskil.

Irwandi harus benar-benar bisa mengkonversi semua janji-janji itu.

Dan perlu juga diingat. Kemenangan mereka kali tak dibarengi dengan tingkat pertisipasi pemilih yang maksimal. Dari total 3,4 juta pemilih di Aceh, hanya sebanyak 2,4 juta di antaranya yang menggunakan hak pilih.

Ini artinya, tak kurang dari 1 juta pemilih yang masuk dalam kategori golongan putih. Bahkan jumlah ini melampaui perolehan suara Irwandi-Nova. 

Namun sang pemenangan telah ditentukan. Meski terlihat ada upaya untuk menolak hasil pilkada yang tengah digagas pasangan Muzakir Manaf-TA Khalid, tapi tak ada salahnya untuk melempar secuil ucapan selamat.

Selamat menunggu pelantikan, selamat memimpin Aceh. Jangan cepat marah jika kritik!

Penulis
Rubrik

Komentar

Loading...