Anaknya Sakit Sejak Lahir, Keluarga Miskin di Aceh Singkil ini Butuh Uluran Tangan

Anaknya Sakit Sejak Lahir, Keluarga Miskin di Aceh Singkil ini Butuh Uluran Tangan

BERITAKINI.CO, Singkil | Namanya Sari Rahmadani, bocah laki-laki berusia 9 ini hanya bisa terbaring di tempat tidur melawan penyakit yang dideritanya.

Anak pasangan Muslim Cibro (27) dan Maymurni (29) warga Dusun Handel, Desa Rimo, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil, ini lahir dalam keadaan tidak biasa. Bahkan, hingga usianya telah beranjak lima tahun, Ia belum bisa berjalan dan beraktifitas seperti halnya anak seusianya.

Di usianya yang kini beranjak 9 tahun, Ia kerap menangis kala menahan sakit yang dialaminya. Tidak hanya itu penderitaan yang ia rasakan, selain mengalami lumpuh, kini tubuhnya tinggal tulang dibalut kulit.

Berbagai upaya kesembuhan telah dilakukan oleh orang tuanya. Namun upaya itu sia-sia, tubuhnya kian hari kian mengurus.

Muslim mengaku sudah pernah membawa anaknya berobat rumah sakit setempat. Namun, dokter di sana tidak mampu menanganinya.

"Menurut anilasa dokter, anak saya diperkirakan mengidap penyakit antara tumor otak, saraf terjepit, dan darah menggumpal. Tidak bisa dipastikan saat itu, karena alat pendeteksi penyakit anak belum ada di rumah sakit," kata Muslim, saat BERITAKINI.CO dan tim Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Singkil menyambangi rumahnya, Rabu (27/2/2019).

Sejak saat itu Muslim mengaku tidak pernah lagi membawa anaknya berobat ke rumah sakit dan memilih berobat secara tradisional.

"Beberapa kali dibawa berobat ke orang pintar di seputaran Aceh Singkil, namun tidak ada perubahan pada fisik anak kami," katanya.

Muslim mengaku belum pernah merujuk anaknya itu ke rumah sakit di Banda Aceh. Alasannya, karena keterbatasan ekonomi untuk membiayai hidup selama menjalani perawatan anaknya.

Kini, mereka hanya bisa pasrah dan berharap ada dermawan yang membantu mereka untuk kesembuhan Sari Rahmadani.

Sementara itu, Darwis ST Ketua Harian BFLF Aceh Singkil menawarkan agar bocah malang itu dirujuk ke Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh agar mendapat penanganan secara maksimal.

"Selama di Banda Aceh bisa tinggal di rumah singgah BFLF. Soal biaya hidup di Banda Aceh akan diupayakan melalui sumbangsih dari relawan BFLF Aceh Singkil," kata Darwis didampingi Bendahara BFLF Aceh Singkil, Asmar Faizal Lubis.

Pasutri itu pun menyambut baik niat BFLF atas bantuan tersebut. Keluarga miskin itu menerima tawaran BFLF.

"Dengan senang hati kami bersedia diberangkatkan kapan pun," kata Muslim.

Darwis juga mengajak masyarakat dan dermawan untuk ikut membantu keluarga Muslim. Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan donasi, kata dia, dapat diserahkan langsung kepada keluarga, pengurus BFLF atau via rekening (BRI) 3993-01-015618-53-7 atas nama Blood For Life Foundation Aceh Singkil.

Rubrik

Komentar

Loading...