Alasan Irwandi Pilih Pandu Negara Jadi Kepala ULP

Alasan Irwandi Pilih Pandu Negara Jadi Kepala ULP

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengungkapkan mengapa dia akhirnya mengganti Reza Ferdian dari posisinya sebagai Kepala ULP Pemerintah Aceh. Hal itu dituliskannya di akun Facebooknya, pagi tadi.

Ternyata, penyebabnya karena sosok Reza melawan kebijakan Irwandi agar tak memenangkan 'kiri dan kanan'.

“Reza melawan kebijakan saya karena dia sepertinya terikat kepada lingkaran rezim lama,” begitu di antaranya yang diungkap Irwandi dalam statusnya yang berjudul, “Pawang Ini Pawang Itu.”

Irwandi mengatakan, dia baru saja membenahi pemerintahan supaya lebih bersih dan transparan. Tapi upayanya itu justru membuatnya berhadapan dengan teman sendiri yang tetap mengusung birahi ekonomi.

Ketika napsu tidak tersalurkan, kata Irwandi, mereka menendang kanan kiri dan menyalahkan "pawang misterius".

“Kemudian masalah pejabat ULP. Saya semula tidak buru-buru mengganti Reza. Dia saya beri petunjuk agar dalam tender dia ikut peraturan dan tidak KKN. Saya menyatakan tidak ada arahan untuk memenangkan kanan atau kiri, saya perintahkan agar ULP memenangkan yang menang. Namun Reza melawan kebijakan saya karena dia sepertinya terikat kepada lingkaran rezim lama,” kata Irwandi.

Irwandi juga mengatakan, dari kelompoknya juga sudah lama muncul gagasan untuk mengganti pejabat ULP dengan calon yang diajukannya supaya mudah berkoordinasi. “Apa lagi kalau bukan masalah proyek,” kata Irwandi.

“Saya tidak mengambil calon yang disodorkan mereka selain karena tidak memenuhi syarat juga karena saya tidak mau apabila setelah kita berhasil mengusir setan orang hanya untuk digantikan oleh setan kita sendiri. Mereka lalu ngambek,” ungkapnya.

Akhirnya setelah menginstruksikan Sekda agar melakukan seleksi dan meminta izin kepada Mendagri untuk melakukan mutasi, kata Irwandi, terpilihlah Pandu untuk menggantikan Reza. “Perlu saya garis bawahi, bahwa disini tidak ada pengaruh ‘pawang-pawang’ di sekitar saya,” akunya.

Sebagai pejabat ULP baru, kata Irwandi, Pandu jgua telah dibriefing di depan 3 pejabat tinggi intelijen di Jakarta.

Isi briefing, kata Irwandi, agar Pandu selalu taat hukum dan aturan dalam melakukan lelang, tidak mengatur atau mengarahkan calon pemenang.

Selain itu, juga menjaga agar semua proyek murah dan bermutu dengan cara menghindari mark up dan fee.

“Ketika saya mengatakan kita menganut ‘Paham Hana Fee’ dalam proyek, itu bukan guyonan. Saya akan serius memberantasnya. Saya dan perwira tinggi intelijen yang hadir telah diberitahu oleh Pandu pihak-pihak mana dalam pemerintahan yang secara tradisi makan fee illegal dan kepada pihak intellijen saya minta mengawasi.”

Diakhir statusnya, Irwandi juga kembali menegaskan bawah peluang untuk menang tender secara wajar kini terbuka bagi semua rekanan.

“Saya tidak dapat diatur-atur oleh siapapun selain oleh peraturan. Saya bersedia nenyerap saran dan pengetahuan dari siapa saja tapi jangan coba-coba mendikte saya. Kesejahteraan rakyat tidak timbul dari memberikan proyek kepada kroni. Kesejahteraan rakyat akan timbul dari kebijakan pro rakyat sesuai Visi dan Misi.”

Rubrik

Komentar

Loading...