Alasan Gubernur Aceh Pindahkan Eksekusi Cambuk ke Lapas

Alasan Gubernur Aceh Pindahkan Eksekusi Cambuk ke Lapas
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menandatangani MoU dengan Kanwil Kemenkumham Aceh

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menerbitkan peraturan gubernur tentang pelaksanaan hukum jinayah.

Ke depan, proses eksekusi cambuk tak lagi dilakukan di depan umum, seperti yang berlangsung selama ini di halaman masjid-masjid di Aceh.

Baca: Gubernur Aceh Pindahkan Eksekusi Hukuman Cambuk ke Lapas

Lantas apa yang mendasari pemindahan lokasi itu?

Pada wartawan, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengatakan, kebijakan ini diterbitkan untuk meredam protes-protes yang menimbulkan Islamophobia (ketakutan terhadap segala sesuatu tentang Islam).

“Karena itu kita enggak mau pelaksanaan hukuman cambuk itu menggangu orang lain, tidak menimbulkan keriaan, teriak-teriak saat tervonis dieksekusi,” katanya.

Meski nantinya eksekusi para pelanggar syariat itu berlangsung dalam penjara, kata Irwandi, namun tetap bisa disaksikan oleh wartawan dan masyarakat, tergantung kapasitas penjara.

“Tapi tidak bisa bawa anak kecil ke situ, tidak bisa bawa kamera dan HP,” katanya.

Irwandi mengatakan, ketika proses hukuman disaksikan oleh anak di bawah umur yang kemudian merekamnya dan menyebarkannya ke Youtube, maka tervonis akan menanggung beban seumur hidup.

“Sekali dia dihukum, maka seumur hidup dia akan menanggung malu. Katakanlah hari ini dia bersalah dan telah dihukum, dan di kemudian hari dia menjadi tokoh masyarakat, misal ulama. Datang orang lain, menunjukkan video itu, bagaimana?” kata Irwandi.

Menurut Irwandi, pergub tersebut tidak bertentangan dengan Qanun Jinayah yang mengatur bahwa pelaksanaan hukuman cambuk itu dilakukan di tempat terbuka.

“Ini juga di tempat terbuka, namun dilokalisir,” katanya.

Soal reaksi penolakan, Irwandi tak mempersoalkannya. “Tolak , ya tolak saja,” katanya.

Jika ada penolakan dari DPRA? “Ini pergub, memang ranahnya eksekutif,” kata Irwandi.

Rubrik

Komentar

Loading...