Aceh Sepekan: Dari Kabar Ayah Hamili Anak Kandung Hingga 51 TKA asal Tiongkok Diusir dari Aceh

Aceh Sepekan: Dari Kabar Ayah Hamili Anak Kandung Hingga 51 TKA asal Tiongkok Diusir dari Aceh

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Menemani akhir pekan Anda kali ini, tidak ada salahnya jika kembali
menyimak kabar apa saja yang terjadi selama sepekan kemarin di Provinsi Aceh.

Dalam sepekan kemarin Aceh diwarnai oleh sejumlah peristiwa mulai dari politik, hukum, sosial, hingga
kriminal.

Dimulai dengan wacana pembangunan kembali hotel di bekas Geunta Plaza di samping Masjid Raya
Baiturrahman Banda Aceh, hingga dikeluarkan 51 Tenaga Kerja Asing asal Tiongkok (China).

Kasus pencabulan di Aceh Tenggara dan Aceh Utara juga turut menjadi deretan kabar yang terjadi
pekan ini.

Berikut kabar yang terjadi selama sepekan pada Senin (14/1/2019) hingga Sabtu (19/1/2019):

1. Pembangunan Hotel di Eks Geunta Plaza

PT Jakarta Interland berencana membangun sebuah hotel berbintang di bekas bangunan Geunta Plaza
Banda Aceh.

Rencana pembangunan hotel di dekat Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh ini sebenarnya sudah
direncanakan sejak tahun 2012 lalu, namun batal terlaksana akibat mendapat protes dari warga.

Tahun 2018 kemarin, PT Jakarta Interland kembali mengajukan Izin Prinsip Mendirikan Bangunan.
Surat yang ditujukan kepada Pemerintah Kota Banda Aceh itu tertanggal 18 September 2018 dengan
Nomor: 039/DIR/JIL/IX/2018.

Pemko Banda Aceh hingga saat ini belum mengeluarkan izin kepada investor karena belum mendapat
rekomendasi dari Pemerintah Aceh dan Panitia Pembangunan Masjid Raya serta pihak terkait lainnya.

2. Polisi tangkap napi kasus pembunuhan

Ditreskrimum Polda Aceh pada Senin (14/1/2019) sekira pukul 16.30 WIB, menangkap seorang
narapidana yang kabur dari Lembaga Permasyarakatan Kelas IIA, Lambaro, Aceh Besar pada Kamis
(29/11/2018).

Warga binaan yang diamankan itu berinisial CS (29) wiraswasta. Ia adalah napi kasus pembunuhan. CS
ditangkap di rumahnya di Desa Balimbingan Kecamatan Tanah Jawa, Simalungun, Sumatera Utara.

3. Sayid Fadhil diberhentikan dari Kepala BPKS.

Dewan Kawasan Sabang (DKS) memberhentikan Kepala BPKS Sayid Fadhil. DKS menilai Sayid berkinerja lemah sehingga berdampak pada rendahnya pencapaian BPKS.

DKS mengangkat Razuardi sebagai pelaksana tugas kepala BPKS. Mantan Sekda Aceh Tamiang itu telah resmi bertugas mulai hari ini, Rabu (16/1/2019).

Sekretaris DKS Makmur Ibrahim mengatakan, Razuardi dipandang cakap dan mampu mengemban tugas tersebut.

4. Murid SD dicabuli ayah kandung hingga hamil

Sepanjang pekan kemarin, pemberitaan media lokal bahkan nasional dihiasi oleh kasus pencabulan
seorang ayang berinisial SU, warga Kecamatan Darul Hasanah, Aceh Tenggara.

Pria 30 tahun ini tega mencabuli anak kandungnya berinisal M (13) hingga hamil. Saat ini, M yang masih duduk di kelas VI SD diketahui sedang hamil besar dengan usia kandungan 7 bulan.

Kasus pencabulan juga terjadi di Kabupaten Aceh Utara. Sulaiman (58) warga Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, ditangkap polisi lantaran mencabuli anak tirinya yang berusia 11 tahun dan cucunya RA yang masih berusia 7 tahun. Belakangan diketahui pelaku juga mencabuli anak tetangganya Z, berusia delapan tahun.

5. TKA asal Tiongkok Dikeluarkan dari Aceh

Sebanyak 51 orang tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok (China) yang bekerja pada PT Shandong Licun Power Plant Technology Co.Ltd pada PT Lafarge Holcim Indonesia di Lhoknga, Aceh Besar, Sabtu (19/1/2019) dikeluarkan dari wilayah Aceh.

Puluhan TKA asal Tiongkok itu bekerja tanpa dokumen lengkap dan menyalahi aturan visa. Bahkan satu di antaranya dinyatakan ilegal dan tidak memiliki dokumen apapun.

Mereka kepergok saat tim melakukan sidak di PT Shandong Licun Power Plant Technology Co.Ltd yang lokasinya berada di PT Lafarge Holcim Indonesia di Lhoknga, Aceh Besar, pada Selasa (15/1) lalu.

Rubrik
Iklan Sabang Merine

Komentar

Loading...