Abusyik Enggan Hadir ke DPRK Karena Pertahankan Peci Merah

Abusyik Enggan Hadir ke DPRK Karena Pertahankan Peci Merah
Roni Ahmad alias Abusyik

BERITAKINI.CO, Sigli | Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pidie, Muliyadi menjelaskan alasan enggannya Bupati Roni Ahmad alias Abusyik ke DPRK selama ini.

Seperti halnya pada paripurna penyerahan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (R-APBK) 2019, pagi tadi, Kamis (13/12/2018).

Ditemui usai sidang, Muliyadi mengaku sudah menyampaikan undangan pembukaan peripurna pembahasan R-APBK 2019 kepada Bupati Pidie, Roni Ahmad.

Bahkan, saat berlangsungnya pembukaan paripurna di gedung DPRK, Roni Ahmad masih berada di kantornya.

"Bupati mau hadir, tapi beliau tidak mau melepas peci merah," kata Muliyadi, Kamis (13/12/2018).

Baca: Dewan Kritik Bupati Pidie Tak Pernah Hadiri Paripurna DPRK

Muliyadi menambahkan, jika dewan memperbolehkan Roni Ahmad mengenakan peci merah saat sidang paripurna tersebut, dipastikan yang bersangkutan akan hadir.

"Jika ditolerir mengenakan peci merah, detik ini beliau langsung datang," ujarnya.

Ketua DPRK Pidie Muhammad AR yang dikonfirmasi terpisah mengatakan bahwa sidang pembukaan pembahasan R-APBK 2019 hari ini bersifat paripurna dan dalam undang-undang kepala daerah wajib hadir untuk menyerahkan dokumen R-APBK 2019 beserta lampirannya.

"Tapi hari ini tidak ada yang menyerahkan," ujarnya.

Baca: Pimpinan Daerah Tak Hadir, DPRK Pidie Tunda Paripurna Penyerahan RAPBK 2019

Soal pengenaan peci merah dalam sidang paripurna, pihaknya tidak mempermasalahkan hal itu, hanya saja aturan sudah mengatur semuanya terkait busana dalam ruang paripurna.

"Tidak menolak mengenakan peci merah, tapi ini aturan dan sudah dijabarkan dalam tata tertib DPR. Paham tidak? tolong direkam," cetusnya.

Sejak awal, sambung Muhammad, pihaknya sangat komit menyelesaikan soal penganggaran tahun 2019 bisa diselesaikan secepatnya.

Seperti pada saat pembahasan KUA-PPAS 2019 hingga disetujui bersama, padahal pembahasan saat itu sempat alot. “Tapi kami punya hati nurani terhadap kepentingan masyarakat banyak,” katanya.

"Kami tidak melihat siapa kepala daerah saat ini, tapi bagaimana caranya APBK Pidie 2019 harus selesai tahun ini."

Rubrik
Iklan Sabang Merine

Komentar

Loading...