Abu Razak: Konflik Aceh, RI Tak Menang, GAM Tidak Kalah

Oleh ,
Abu Razak: Konflik Aceh, RI Tak Menang, GAM Tidak Kalah

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Mantan Wakil Panglima GAM Kamaruddin Abu Bakar alias Abu Razak mengatakan mendukung langkah DPRA untuk terus memperjuangkan UUPA.

“Gugatan DPRA ke Mahkamah Konstitusi itu kami dukung, silakan diperjuangkan. Ini memang harus dijaga. Jadi bukan hanya sebatas dua pasal yang dicabut,” kata Abu Razak yang juga Wakil Ketua DPA Partai Aceh, saat ditemui BERITAKINI.CO, di komplek DPRA, kemarin.

Baca: Polemik UUPA, Malik Mahmud: Jangan Sampai Aceh Minta Merdeka Lagi

Menurut Abu Razak, dukungan ini juga disampaikan para mantan elit GAM, terutama yang terlibat langsung dalam perjanjian damai pada 2005 lalu antara RI dan GAM.

“Wali Nanggroe Malik Mahmud yang meneken MoU saat itu, juga memiliki langkah-langkah, seperti akan menemui pemerintah pusat untuk menyampaikan keberatan ihwal pencabutan UUPA tersebut,” katanya.

Ini penting, agar tidak satu per satu pasal UUPA dihilangkan. "Kita tidak bisa terima," katanya.

Saat ini, kata Abu Razak, ada dua pasal yang dicabut dengan pemberlakuan UU Pemilu. Maka kemungkinan tahun depan akan ada lagi. “Seperti kata Wali, jangan sampai dikhianati lagi, itu pahit,” katanya.

Abu Razak kembali menegaskan bahwa damai Aceh adalah perjanjian bersama antara RI dan GAM dengan beberapa poin kesepakatan.

“Jadi konflik ini reda karena memang kedua belah pihak berdamai. Jadi posisinya, RI tidak menang, GAM tidak kalah. Tapi damai. Jadi jangan sudah kita terima damai, kita gabung dalam NKRI, lantas dengan mudahnya dicabut pasal-pasal dalam UUPA, itu tidak terima kami,” katanya.

Baca: Jika Gugatan Ditolak, Ini Pasal-pasal UUPA yang Kemungkinan akan Jadi Target Dikikis

Kata Abu Razak, jika sebanyak 50 ribu mantan tentara GAM ditambah anak-anak GAM yang sudah besar, merasa keberatan maka akan berpotensi menjadi gejolak baru. “Ini mereka belum tentu diterima. Jangan sampai jadi konflik baru, kembali ke awal lagi,” katanya.

“Misal mereka mengatakan, ‘kami tidak perlu NKRI, merdeka kembali’, ini bagaimana?”

Itulah sebabnya, kata Abu Razak, damai Aceh hendaknya dijaga bersama agar tak kembali menjurus ke konflik.

Baca: Keliru Beri Kesaksian di MK, Mendagri Minta Maaf ke DPRA

“Dihargailah MoU dan UUPA. Apa poin-poin yang belum diakomodir, kita duduk lagi. Seperti bendera, sudah disahkan sama DPRA, tapi tidak diterima,” katanya.

“Kita harapkan perdamaian ini berlanjut, jangan gara-gara sedikit, jadi terganggu.”

Seperti diberitakan, kemarin Ketua DPRA mengundang sejumlah mantan elit GAM yang terlibat langsung dalam perundingan antara RI-GAM dan penyusuan UUPA.

Baca: Bertemu Mantan Elit GAM, DPRA: Kita Berharap Ada Tekanan ke Pemerintah Pusat

Mereka dimintai pendapatnya ihwal polemik UUPA, khususnya tentang pencabutan dua pasal yang dilakukan lewat pemberlakuan UU Pemilu.(*)

Rubrik
IKLAN ACEH JAYA

Komentar

Loading...