Abi Yahya Ternyata Mengaku Telah Mengalami Kematian 7 Kali dan Pernah Bertemu dengan Allah

Abi Yahya Ternyata Mengaku Telah Mengalami Kematian 7 Kali dan Pernah Bertemu dengan Allah

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Banda Aceh telah menyimpulkan bahwa pengajian yang disampaikan Abi Yahya Sulaiman atau Abi Yahya Jeunib mengarah ke penyimpangan tauhid dan pedangkalan aqidah. Sehingga pengajian itu harus dihentikan.

Penanganan pengajian menyimpang itu pun telah dilimpahkan kepada Satpol PP/WH Kota Banda Aceh. Hal ini merupakan kesimpulan musyawarah MPU yang berlangsung siang tadi di kantor MPU Kota Banda Aceh.

Ada pengakuan mengejutkan yang disampaikan Abi Yahya. Di dalam sidang MPU Kota Banda Aceh pada Kamis siang (8/8/2019) itu, Abi Yahya mengaku telah mengalami kematian sebanyak tujuh kali dengan kematian terakhir dia bertemu dengan Allah dan berjumpa dengan Rasulullah sebanyak 22 kali.

Selain itu, dia juga mengaku telah didatangi Abu Bakar yang diperintahkan oleh Syeikh Abdurrauf supaya bertaubat.

"Yang bersangkutan juga mengaku tidak pernah belajar ilmu pengetahuan agama dan tidak pernah mengajar. Dia mendapat ilmu melalui Ilham saja, kemudian mengajarkannya ke masyarakat awam," kata Kapolresta Banda Aceh melalui Kapolsek Syiah Kuala Edi Saputra yang dikonfirmasi BERITAKINI.CO.

Seperti diketahui, pengajian Abi Yahya yang digelar di Makam Syiah Kuala, dihentikan oleh warga pada Rabu malam (7/8/2019).

Informasi dari Mukim Kecamatan Syiah Kuala pengajian itu mengandung penyimpangan dan berpotensi menimbulkan konflik. Warga sudah lebih menyaksikan sejumah video ceramah Abi Yahya yang tersebar di Youtube.

Baca: MPU Simpulkan Pengajian Abi Yahya Mengarah ke Penyimpangan Tauhid

Di mana di salah satu video ceramah Abi Yahya yang terdapat di Youtube, yang bersangkutan menyebutkan bahwa para santri yang mondok di dayah dianggap kafir.

“Maka dengan tuduhan inilah masyarakat marah sehingga ingin menyerang Abi Yahya. Dan polisi langsung mengalakukan pengamanan,” kata Edi Saputra.

Rubrik

Komentar

Loading...