94 Orang Keterbelakangan Mental Masuk DPT di Pidie Jaya

94 Orang Keterbelakangan Mental Masuk DPT di Pidie Jaya
Ilustrasi

BERITAKINI.CO, Meureudu | KIP Pidie Jaya telah menyelesaikan proses perbaikan kedua Daftar Pemilih Tetap, termasuk mendata para penyandang disabilitas dan gangguan mental atau tunagrahita.

Total ada sebanyak 451 pemilih penyandang disabilitas yang akan ikut Pemilu 2019 di Kabupaten Pidie Jaya. Sebanyak 94 orang di antaranya merupakan masyarakat yang mengalami gangguan mental.

KIP Pidie Jaya juga telah memplenokan Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2) tersebut, Senin (10/12/2018). Total, jumlah pemilih tetap di kabupaten itu sebanyak 109.753 orang.

Jumlah ini berkurang sekitar 340 orang dari DPTHP yang dikeluarkan 13 November 2018 yakni sebanyak 110.073 pemilih.

Adapun rincian pemilih itu masing-masing, laki-laki sebanyak 53.230 orang, perempuan 56.523 orang, dengan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 475 unit.

Untuk penyandang disabilitas meliputi, 171 tuna daksa, 42 tuna netra, 87 tuna rungu/wicara, disabilitas lainnya 57 orang, dan tunagrahita sebanyak 94 pemilih.

Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie Jaya, Iskandar mengatakan, masyarakat mesti membedakan dan memahami definisi orang gila dan definisi Orang Dengan Disabilitas Mental (ODDM) atau tunagrahita.

Orang gila adalah orang yang memang terganggu jiwa dan ingatannya atau sakit jiwa, kalau keterbelakangan mental dia hanya tidak sempurna mentalnya, orang-orang yang cacat pikiran, serta lemah daya tangkapnya.

“Jika pada hari pemilihan, pemilih tunagrahita tersebut ternyata terbukti dengan surat tanda mengalami gangguan jiwa (gila) dari dokter, maka haknya untuk memilih akan langsung dicabut pada hari tersebut,” katanya.

Rubrik

Komentar

Loading...