511 Kilogram Ganja dan 7,5 Ons Sabu Dimusnahkan di Balai Kota Banda Aceh

511 Kilogram Ganja dan 7,5 Ons Sabu Dimusnahkan di Balai Kota Banda Aceh
Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman saat memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu di halaman Balai Kota Banda Aceh, Senin (28/1/2019) | Foto: BERITAKINI.CO/A. Putra

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Pemerintah Kota Banda Aceh bersama unsur forkopimda memusnahkan barang bukti narkoba, Senin (28/1/2019). Proses pemusnahan itu berlangsung di halaman Balai Kota Banda Aceh.

Hadir antara lain Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, Kapolresta Banda Aceh Kombes Trisno Riyanto, unsur dari kejaksaan, pengadilan, legislatif, BNN dan LSM.

Barang bukti ganja dimusnahkan dengan cara dibakar. Sementara narkoba jenis sabu dimusnahkan dengan cara diblender.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Trisno Riyanto mengatakan, narkoba yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil tangkapan yang dilakukan jajaran kepolisian sejak Oktober hingga Januari 2019. Total ada 511 kilogram ganja dan 7,5 ons sabu.

Barang bukti ganja tersebut didominasi dari pengungkapan jaringan peredaran narkoba itu di Lueng Bata, Kota Banda Aceh.

“Tersangka MH ditangkap di Lueng Bata, saat itu petugas berhasil menyita 104 bal ganja (satu bal 1,2 kilogram),” kata Trisno.

Tak berhenti di situ, petugas melakukan pengembangan dan berhasil menangkap dua tersangka lainnya masing-masing FZ dan JF di wilayah Aceh Besar.

Dari tangan pelaku, polisi menyita 320 bal ganja. Total ada sebanyak 424 bal ganja seberat 511 kilogram yang berhasil disita dari pengungkapan itu.

Dari jumlah itu, total yang dimusnahkan sebanyak 423 bal, sementara 1 bal digunakan untuk barang bukti di persidangan.

511 kilogram ganja dimusnahkan dengan cara dibakar | Foto: BERITAKINI.CO/A. Putra

Sedangkan untuk barang bukti sabu, kata Trisno, juga merupakan hasil dari pengungkapan dan penangkapan.

Berawal dari penangkapan tersangka berinisial NH pada Oktober 2018 lalu. Tim Satres Narkoba Polresta Banda Aceh berhasil menemukan barang bukti seberat 6,18 ons sabu.

Hasil pengembangan, petugas kembali berhasil menangkap dua tersangka lainnya masing-masing SM dan EZ di wilayah Lhoknga, Aceh Besar. Dari tangan pelaku, petugas mengamankan sabu seberat 1,4 ons.

Sementara itu Wali Kota Banda Aceh Aminullah mengaprisesi jajaran Polresta Banda Aceh yang telah berhasil menggagalkan peredaran narkoba di Banda Aceh.

"Apresiasi juga kepada semua pihak yang sudah membantu memberantas peredaran narkoba untuk mewujudkan Kota Banda Aceh sebagai Kota Gemilang," katanya.

Narkoba, kata Aminullah, menjadi salah satu ancaman nyata yang paling meresahkan.

"Selain melawan hukum dan dilarang agama, narkoba adalah musuh bangsa yang harus diberantas di seluruh sendi kehidupan masyarakat," kata Aminullah.

Komentar

Loading...