51 TKA Tiongkok Dikeluarkan dari Aceh, PT LCI Terhenti Berproduksi

51 TKA Tiongkok Dikeluarkan dari Aceh, PT LCI Terhenti Berproduksi
PT Lafarge Cement Indonesia, Lhoknga, Aceh Besar. (BERITAKINI.CO/IST)

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | PT Lafarge Cement Indonesia, Lhoknga, Aceh Besar, sejak beberapa hari lalu tidak beroperasi. Akibatnya, ketersediaan semen di sejumlah wilayah di Aceh sejak sepekan terakhir dilaporkan langka.

Baca: Sudah Sepekan Semen Langka di Aceh

Terhentinya produksi semen di anak perusahaan PT Holcim Indonesia itu disebut-sebut imbas dari pemulangan 51 tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok (China) yang bekerja pada PT Shandong Licun Power Plant Technology Co.Ltd sebagai penyedia listrik di PT LCI.

“Sejak beberapa hari lalu kita tidak beroperasi,” kata Corporate Communication PT Lafarge Cement Indonesia (PT LCI), Faraby Azwany, kepada BERITAKINI.CO, Rabu (30/1/2019).

Baca: 51 TKA asal Tiongkok Dikeluarkan dari Wilayah Aceh

Kata dia, terhentinya operasional perusahaan semen itu karena pembangkit listrik yang ada di pabrik PT LCI mengalami kendala dalam menyuplai listrik.

Sehingga, kegiatan operasional pabrik mengalami gangguan termasuk berkurangnya produksi Semen Andalas dari pabrik mereka.

Kata dia, PT LCI terus berupaya mencari solusi agar pembangkit listrik dapat bekerja kembali dengan optimal. Saat ini, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan PT Shandong selaku penyedia listrik di perusahaan itu.

“Pembangkit listrik direncanakan akan mulai kembali beroperasi normal secara bertahap dalam minggu ini untuk menyuplai listrik ke pabrik semen. Kita kan terus berupaya agar pabrik bisa cepat beroperasi dan memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Faraby.

Terkait dengan adanya kenaikan harga Semen Andalas yang terjadi di pasar baru-baru ini, kata dia, perusahaan tidak pernah menaikan harga secara sepihak demi keuntungan semata, tanpa mengkomunikasikan terlebih dahulu.

“Kami tegaskan, kita tidak terlibat dalam hal kenaikan harga di pasaran,” kata Faraby.

Lebih lanjut dikatakan, pihaknya berkomitmen memberikan nilai tambah bagi para pelanggan dan pemangku kepentingan, dalam setiap aspek kegiatan bisnis dan operasional, serta melalui peningkatan produk, solusi, dan layanan.

Diketahui sebelumnya Pemerintah Aceh ‘mengusir’ puluhan TKA asal Tiongkok. Mereka kedapatan bekerja tanpa dokumen lengkap dan menyalahi aturan visa. Bahkan satu di antaranya dinyatakan ilegal dan tidak memiliki dokumen apapun.

Mereka kepergok saat tim gabungan melakukan sidak di PT Shandong Licun Power Plant Technology Co.Ltd yang lokasinya berada di PT Lafarge Holcim Indonesia di Lhoknga, Aceh Besar, pada Selasa (15/1/2019) lalu.

Rubrik

Komentar

Loading...