51 TKA Dikeluarkan dari Aceh, PT LCI: Mereka Tanggung Jawab PT Shandong

Oleh ,
51 TKA Dikeluarkan dari Aceh, PT LCI: Mereka Tanggung Jawab PT Shandong
Corporate Communication PT LCI, Faraby Azwany

BERITAKINI.CO, Jantho | Corporate Communication PT Lafarge Cement Indonesia (PT LCI), Faraby Azwany mengatakan, 51 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok (China), yang dikeluarkan dari wilayah Aceh bukan karyawan langsung PT LCI.

Puluhan TKA itu merupakan karyawan PT Shandong Licun Power Plant Technology, yang ditunjuk sebagai pihak ketiga untuk mengoperasikan pembangkit listrik di PT LCI.

Dengan demikian, kata Faraby, semua izin kerja karyawan tersebut adalah sepenuhnya tanggung jawab dari PT Shandong sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Sebagai bagian dari kepatuhan yang diterapkan oleh perusahaan, seluruh kegiatan operasional termasuk dengan mitra kerja pihak ketiga, wajib untuk mematuhi seluruh peraturan dan hukum yang berlaku dan semua terangkum dalam kontrak kerja," kata Faraby, kepada BERITAKINI.CO, Sabtu (19/1/2019).

Baca: 51 TKA asal Tiongkok Dikeluarkan dari Wilayah Aceh

Kata Faraby, pihaknya akan memastikan bahwa semua perbaikan kewajiban sehubungan dengan revisi izin kerja karyawan tersebut dilakukan secepatnya oleh pihak PT Shandong.

Pihaknya, kata Faraby, senantiasa menjalankan bisnis dan operasional dengan memastikan kesehatan dan keselamatan bagi karyawan, kontraktor, dan warga masyarakat di sekitar lingkungan operasional, dengan mematuhi seluruh peraturan dan hukum yang berlaku.

"Bahkan, setiap warga negara asing yang melakukan kunjungan ke seluruh area perusahaan, baik untuk keperluan melakukan pekerjaan, studi maupun keperluan lainnya, wajib dilengkapi dengan dokumen resmi sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia," kata Faraby.

Sebelumnya, 51 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok (China), Sabtu sore (19/1/2019) telah dikeluarkan dari wilayah Aceh melalui Bandara Sultan Iskandar Muda 9SIM) Blang Bintang, Aceh Besar.

Mereka berangkat ke Jakarta dengan maskapai Lion Air dengan nomor register JT 305 sekira pukul 16.05 WIB.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Wiratmadinata mengatakan, tenaga kerja asal China yang tepergok bekerja di PT Lafarge Cement Indonesia (PT LCI) di Lhoknga, Aceh Besar, diketahui sudah setahun bekerja di perusahaan tersebut.

Mereka diberikan izin kerja untuk sektor konstruksi, tapi faktanya mereka bekerja pada sektor lain dan menyalahi visa. Selama ini, perusahaan pihak ketiga yang mempekerjakan tenaga kerja asing itu sudah ada sejak 2009, namun selalu berganti setiap tahunnya.

Rubrik

Komentar

Loading...