23 Nelayan Aceh Timur Kembali Ditangkap di Myanmar

23 Nelayan Aceh Timur Kembali Ditangkap di Myanmar
KM Troya asal Idi, Aceh Timur dengan 23 awak ditangkap Angkatan Laut Myanmar, 6 Februari 2019. (FOTO ELEVENMYANMAR.COM)

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Angkatan Laut Myanmar dilaporkan kembali mengakap nelayan asal Kabupaten Aceh Timur, karena memasuki wilayah perairan dekat pulau Zaedatgyi di Kotapraja Kawthoung, wilayah Taninthayi.

Wakil Sekretaris Jenderal Panglima Laot Aceh, Miftachuiddin Cut Adek dikonfirmasi membenarkan penangkapan itu. Kata dia, nelayan tersebut ditangkap oleh Angkatan Laut Myanmar pada Rabu (6/2/2019) pekan lalu.

Berdasarkan informasi diterimanya, kata Miftach, jumlah nelayan yang ditangkap sebanyak 23 orang. Mereka berlayar dari Aceh Timur pada tanggal 29 Januari 2019 lalu dengan kapal KM Troya.

"Informasi yang kami peroleh sementara mereka terdampar ke perairan Myanmar, karena rusak kompas atau radar kapal. Mereka menyangka masih di wilayah perairan Aceh Indonesia," kata Miftach, Rabu (13/2/2019).

Lebih lanjut dikatakan, saat ini ke 23 nelayan itu sudah diserahkan Tentara Angkatan Laut Myanmar kepada Departemen Perikanan Distrik Kawthoung, Myanmar.

"Kita sudah mendata nelayan tersebut melalui Panglima Laot di Idie Rayeuk, selanjutnya kita menghubungi pihak pemerintah Aceh untuk proses lebih lanjut," kata Miftach.

"Mereka terancam hukuman berdasarkan Bagian 31 Hukum yang berkaitan dengan Hak Penangkapan Ikan Kapal Penangkap Ikan Asing. Departemen imigrasi akan mengambil tindakan terhadap anggota kru, ” kata Miftach.

Sebelumnya, pada 6 November 2018 lalu 16 nelayan Kabupaten Aceh Timur juga ditangkap otoritas Myanmar dan 14 diantaranya sudah kembali ke Tanah Air karena memperoleh pengampunan dari Pemerintah Myanmar.

Sementara satu diantaranya meninggal dunia saat penangkapan dan jenazahnya sudah dikebumikan di negara itu. Lalu, seorang lagi Jamaluddin Amno masih menjalani proses hukum terkait dugaan ilegal fishing.

Rubrik

Komentar

Loading...