16 Nelayan Aceh Timur Ditahan di Kantor Polisi Kawthaung, Myanmar

Oleh ,
16 Nelayan Aceh Timur Ditahan di Kantor Polisi Kawthaung, Myanmar
ILUSTRASI

BERITAKINI.CO, Banda Aceh | Sebanyak 16 nelayan asal Idi, Aceh Timur, yang sebelumnya dilaporkan ditangkap di perairan Thailand, kini ditahan di Kantor Polisi Kawthaung, Provinsi Tanintharyi, Myanmar.

Wakil Sekretaris Jenderal Panglima Laot Provinsi Aceh Miftach Cut Adek, kepada BERITAKINI.CO membenarkan penahanan terhadap belasan nelayan Aceh Timur itu.

Kata dia, informasi ditahannya belasan nelayan tersebut diterima dari Kedutaan Besar RI (KBRI) Yangon, Myamnar.

Baca: 16 Nelayan Aceh Timur Dilaporkan Ditangkap di Perairan Thailand

KBRI Yangon Rabu (7/11/2018) menerima informasi tentang penahanan sebuah kapal nelayan berbendera Indonesia oleh AL Myanmar di Kawthaung, provinsi Tanintharyi, Myanmar bagian selatan.

“Saat ini 16 nelayan ditahan di Kantor Polisi Kawthaung. Penahanan kapal sejauh ini karena masalah imigrasi, mereka masuk ke perairan Myanmar tanpa izin,” kata Miftach, Jumat (9/11/2018).

Berdasarkan informasi yang diterimanya, kata Miftach, KBRI Yangon telah melakukan komunikasi dengan Kepala Polair Kawthaung. Namun, sejauh ini belum didapat informasi secara detail.

“KBRI juga telah melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian Laut Myanmar dan Kementerian Luar Negeri Myanmar untuk mendapatkan akses kekonsuleran. Hari ini KBRI telah menyampaikan nota verbal ke Kemlu Myanmar,” kata Miftach.

Sambil menunggu konfirmasi dari Kemlu Myanmar, sambung dia, KBRI Yangon akan berangkat menuju kota Kawthun melalui jalan darat.

“Moda transportasi ini ditempuh mengingat saat ini Myanmar sedang peak season turisme, jadi tiket pesawat ke daerah tujuan wisata termasuk kawthaung umumnya sudah yang sold out,” kata dia.

Diperkirakan, tim dari KBRI akan bertemu dengan 16 nelayan asal Aceh timur itu Sabtu (9/11/2018)

“Diperkirakan pertemuan baru akan berlangsung besok sore,” ujarnya. | MAG 002

Rubrik

Komentar

Loading...